Asal muasal diberi penamaan itu karena warga yang berdomisili di RT 6 berasal dari Martapura. Dirintis oleh enam bersaudara dari Martapura asal Karangan Putih. Mulai dari H Masni, H Ruslan, H Kadir, H Anwar, H Asmara dan Muhlan. "Saya pertama dibawa ke sini baru lahir. Seingat saya sekitar tahun 1960-an, ayah saya H Masni dan bersama 5 saudaranya," ungkap Raudah, putri H Masni.
Bersama dengan lima saudaranya, H Masni menebus sebuah lahan di sana untuk menetap. Dari kampung asal di Karangan Putih ke Desa Beringin yang dulu sebelum pemekaran bernama Desa Sungai Lumbah. "Masing-masing menebus lahan di sini. Setelah berhasil dan bertempat tinggal di sini, lalu mengajak sanak famili dan orang yang ada di kampung asal. Hingga sampai sekarang di RT 6 berasal dari Martapura," bebernya.
Seiring itu kemudian H Masni mendirikan Pondok Pesantren bernama Al Amin. Hingga sekarang diteruskan oleh kerabatnya untuk mengembangkan pondok. "Pendirinya semua sudah almarhum. Termasuk ayah saya sudah 12 tahun wafat," katanya.
Menurut Raudah, penamaan Kompleks Martapura ditunjukan untuk memberitahukan kepada keturunan bahwa asal muasal orang tuanya dari Martapura. "Oleh penerus lalu ditandai dengan gapura bertuliskan Kompleks Martapura," ujarnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amin, Guru H Baidawi menambahkan hampir 99 persen warga RT 6 berasal dari Martapura. "Jadi dinamakan itu karena kami ini pendatang. Supaya ada tanda atau khasnya, maka dinamai Kompleks Martapura," sambungnya, kemarin (12/11).
Plt Kepala Desa Beringin, Husin membenarkan penamaan tersebut dari Martapura. Pada masa itu memang di sini masih belum banyak yang menempati. Hanya ada beberapa kepala keluarga saja penduduk asal desa.
"Desa Beringin hasil pemekaran Desa Sungai Lumbah. Jadi arti dan maksudnya dinamai itu, bahwa Martapura yang ada di Desa Beringin," terangnya.
Pencetus penamaan itu di antaranya memang pemuka agama yang lulusan dari pondok pesantren. Pondok Pesantren Al Amin pengurusnya keturunan dari mereka semua. "Sampai sekarang pondok ini sangat membantu masyarakat di sini untuk bersekolah," tutupnya.
Editor : Eddy Hardiyanto
Editor : Arief