Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Habib Basirih Sosok Ulama Besar di Banjarmasin

M Idris Jian Sidik • Kamis, 9 November 2023 | 08:42 WIB
ULAMA BANJAR: Sosok Habib Hamid Bahasyim atau biasa dikenal Habib Basirih.
ULAMA BANJAR: Sosok Habib Hamid Bahasyim atau biasa dikenal Habib Basirih.

Habib Hamid Bahasyim atau biasa dikenal dengan nama Habib Basirih adalah sosok ulama kelahiran Banjar. Meninggal dunia pada 15 Jumadil Awal 1856 Hijriyah, atau bertepatan pada tahun 1949 Masehi. Dimakamkan di pesisir Sungai Martapura, tepatnya di Jalan Keramat RT 09 RW 1, Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Antara Habib Basirih dengan Sunan Ampel (Raden Ahmad Ali Rahmatullah) sebagai salah satu Wali Songo, masih ada hubungan keluarga. Sama-sama keturunan dari Waliyullah Muhammad Shahib Mirbath (keturunan generasi ke-16 dari Nabi Muhammad SAW).

Sunan Ampel berasal dari jalur putra Alwi Ammil Faqih yang bernama Abdul Malik. Sedangkan Habib Basirih berasal dari jalur putra Alwi Ammil Faqih yang bernama Abdurrahman. Dari silsilah tersebut, Sunan Ampel merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad SAW, dan Habib Basirih merupakan keturunan ke-36 dari Nabi Muhammad SAW.

Bagaimanakah riwayat hidup seorang Habib Basirih sewaktu kecil? Dosen Sejarah Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur menceritakan secara singkat kondisi Basirih dahulu kala. “Wilayah Basirih berjarak kurang lebih empat kilometer dari pusat permukiman Banjarmasin. Kondisinya dikelilingi hutan belukar dan semak saat itu. Pada kampung ini terdapat rumah ba’anjung beratap tinggi, bertiang dan berlantai ulin khas model Banjar kuno yang dibangun sekitar 1856 Masehi,” ungkap Mansyur.

Rumah inilah yang menjadi saksi bisu kelahiran putra pasangan Habib Abbas bin Abdullah bin Husein Al Bahasyim, dan Syarifah Sya’anah. Habib Abbas dikenal sebagai saudagar kaya raya. Seorang nakhoda kapal memiliki perahu yang selalu mengarungi laut Jawa, berdagang dari Surabaya ke Banjarmasin.

“Kakek beliau (Habib Basirih, red) merupakan Habib Abdullah bin Husein Al Bahasyim dan Habib Husein bin Awad datang dari Hadramaut yang tercatat sebagai penasihat agama Raja Banjar ke-17 Sultan Sulaiman pada tahun 1808–1825 Masehi,” cerita Mansyur.

Berlanjut ke zaman pemerintahan Raja Banjar ke-18 Sultan Adam. Sultan Adam ini mertua sang kakek Al Habib Husein bin Awad Al Bahasyim sendiri.

Kehidupan masa kecil Habib Basirih hampir tidak ada bedanya dengan anak-anak pada umumnya. Hanya saja beliau selalu tekun dan patuh dalam menjalankan segala perintah orang tuanya.

Habib Abbas mendidik Habib Basirih kecil dengan mengajarkan ilmu agama sedari masih kanak-kanak. Diajarkan mengaji dan salat. “Lingkungan keluarga Habib Basirih memang dikenal agamais. Bahkan bisa dibilang fanatik,” ucap Mansyur.

Lingkungan keluarga yang demikian ini ternyata cukup besar pengaruhnya bagi perkembangan jiwa dan pertumbuhan umur Habib Hamid Basirih kecil. Hingga terus berkembang menjadi sosok panutan bagi umat muslim di Banjarmasin dan Kalsel.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Religi #Ulama #habib #Sejarah Banua