Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bagasing: Siapa yang Tahan Lebih Lama?

M. Syarifuddin • Senin, 17 Juli 2023 | 10:48 WIB
BELUM PUNAH: Masih ada orang Banjar yang lihai bermain bagasing. | FOTO IDRIS JIAN
BELUM PUNAH: Masih ada orang Banjar yang lihai bermain bagasing. | FOTO IDRIS JIAN
PERMAINAN tradisional tidak pernah absen di setiap event kebudayaan di Kalimantan Selatan. Sayangnya, menghadapi disrupsi digital, permainan tradisional Banua perlahan tapi pasti mulai ditinggalkan.

Ya, dulu bagasing banyak diminati anak-anak, remaja, dan bahkan dewasa. Sekarang bagasing hanya bisa disaksikan pada festival atau event kebudayaan.

Ketua Inorga Bagasing Kota Banjarmasin, Muhammad Suriyani menjelaskan, bagasing berasal dari kata "gasing". "Permainan ini mengandung aspek olahraga, karena melatih ketangkasan memutar dan melemparkan gasing," katanya.

Gasing dibuat dari kayu pohon kopi, manggis, dan paling baik dari kemuning karena kayunya keras dan kuat.

"Ada dua jenis gasing, yaitu gasing laki (cowok) dan gasing bini (cewek)," sebutnya.

"Gasing laki memiliki ciri kepalanya yang agak besar, sedangkan kepala gasing bini agak kecil. Bentuk gasing seperti buah kedondong, dengan tinggi dan garis tengah 7 cm," jelasnya.

Perbedaan kedua gasing itu bukan sekadar ornamen. Sebab berpengaruh pada tali yang digunakan.

Untuk memutar gasing laki, diperlukan tali pendek sepanjang 60 senti. Sedangkan gasing bini memerlukan tali sepanjang dua meter.



"Tali gasing secara tradisional dibikin dari serat daun kanas (nenas). Alat lain yang diperlukan adalah susukan untuk menyusuk gasing yang sedang berputar dan lapik untuk tempat gasing berputar," tambahnya.

Bagasing bisa dimainkan dua orang atau lebih. Untuk menentukan siapa yang ciriw (memasang) dan siapa yang manukun (memukul), diputuskan lewat adu balandangan.

Keterampilan bermain gasing tampak pada gasing mana yang lebih lama berputar. Kadang-kadang gasing itu sampai titil (retak) bahkan pecah sakit kuatnya pukulan saat beradu gasing.

"Bagasing mengandung pendidikan positif. Melatih ketangkasan, kejujuran, dan kesetiakawanan," tutup Suriyani. (bir/gr/fud) Editor : Arief
#Olahraga Tradisional #Permainan Tradisional