Namun, tahulah Pian? bahwa seorang empu tidak hanya ada di tanah Jawa. Di tanah Banjar juga ada.
Ialah M Amin. Usianya sudah 62 tahun. Di Banjarmasin, bahkan di Kalimantan Selatan, ia merupakan seorang empu senior.
Kepada Radar Banjarmasin, Amin mengaku sudah bergelut di dunia keris sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Keahliannya membuat keris, tentu tidak "turun dari langit". Ia pernah menimba ilmu dengan seorang empu di Tuban, Jawa Timur. "Selama dua tahun," ujarnya.
Sejauh ini, termasuk keris, diperkirakan sudah ada puluhan ribu senjata yang pernah dibuatnya.
Kabar itu bukan isapan jempol belaka. Ambil contoh, ketika Anda bertandang di pendopo atau tempat kerjanya.
Yang berada di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Tengah. Yang bersisian dengan deretan kios beras itu.
Dalam sehari, Amin mampu menghasilkan sedikitnya empat bilah senjata. Maka, bayangkan saja apabila dikalikan dalam waktu satu tahun. Dan ia sudah puluhan tahun mengerjakan ini.
Di sisi lain, Amin tak hanya dikenal sebagai pembuat keris. Bagi para pencinta senjata tradisional, ia juga kerap menjadi rujukan.
Biasanya, tidak jauh dari perkara senjata. Mulai dari cerita asal muasal senjata, bahan atau material pembuatan yang dipakai, hingga pakem atau bentuk senjata. Termasuk, terkait legenda yang menaungi senjata itu sendiri.
Kemudian, dalam hal menghasilkan karya, Amin juga tergolong orang yang berdedikasi tinggi. Namanya melambung hingga ke seantero pulau Kalimantan.
Karena itu pula, suatu waktu, ia pernah membuatkan beberapa keris untuk sang Sultan Banjar. "Tidak sering, tapi ada. Dan kalau diperlukan," ungkapnya.
Hingga kini, setidaknya Amin sudah memiliki dua julukan. Julukan pertama, diberikan oleh para pencinta tosan aji. Yakni, Empu Rambut Perak.
"Julukan itu diambil, dari gambaran keseluruhan rambut saya yang sudah tampak memutih ini," ungkapnya terkekeh.
Julukan kedua diberikan oleh Sultan Banjar Khairul Saleh. Ia resmi menyandang gelar Empu Tosan Aji Saradipa Kastadiraja.
Memperoleh dua julukan, tidak serta merta membuat Amin jemawa. la tetap rendah hati. Penampilannya pun sederhana.
Amin kerap tampil dengan kaus oblong dan celana pendek saja. Tutur katanya juga terdengar lemah lembut. (war/gr/fud) Editor : Arief