Menaiki Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) Kelambau II-13-49, tabur bunga itu untuk mengenang peristiwa 15 Januari 1962.
Apa yang terjadi 61 tahun silam? Tahulah Pian?
Danlanal menceritakan, kala itu terjadi pertempuran heroik di Laut Aru Maluku.
Melibatkan tiga kapal cepat torpedo. Yaitu KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau. Mereka bertempur untuk memperjuangkan Irian Barat.
"Tiga kapal kebanggaan Indonesia ini melawan dua kapal jenis Destroyer, ditambah pesawat jenis Neptune dan Firefly milik Belanda," sebut Danlanal.
Bagi TNI AL, pertempuran Laut Arafuru merupakan peristiwa sarat sejarah. Yang kemudian diabadikan menjadi Hari Dharma Samudera.
"Sebagai prajurit laut, kami coba mengambil inspirasi dari peristiwa itu. Nilai-nilai luhur seperti rela berkoban dan ikhlas bekerja," tambahnya.
Dari 74 awak Kapal KRI Matjan Tutul, 21 gugur. Termasuk Komodor Yos Sudarso, Kapten Wiratno, Kapten Memet Sastrawiria, dan Kapten Tjiptadi.
Sedangkan 53 prajurit lainnya ditahan Belanda. Hingga mereka dibebaskan lewat upaya diplomasi.
Sebelum tenggelam, Komodor Yos Sudarso menyatakan pesan yang terus dikenang oleh TNI AL. Bunyinya, "Kobarkan semangat pertempuran!" (jum/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi