Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rumah Adat Gajah Baliku di Martapura Pernah Didatangi Profesor dari Jepang

Muhammad Helmi • Senin, 31 Oktober 2022 | 14:51 WIB
CAGAR BUDAYA: Rumah adat Gajah Baliku di Teluk Selong, Martapura Barat. FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
CAGAR BUDAYA: Rumah adat Gajah Baliku di Teluk Selong, Martapura Barat. FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
MARTAPURA - Kabupaten Banjar memiliki cagar budaya berupa rumah adat Gajah Baliku. Meski sudah berumur 140 tahun lebih, namun hingga kini masih kokoh berdiri.

Rumah adat Banjar ini berada di Desa Teluk Selong Ulu Kecamatan Martapura Barat. Berjarak sekitar empat kilometer dari pusat kota.

Berdasarkan catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar, rumah ini dibangun oleh pasangan pedagang permata bernama H Jalil dan Hj Esah. Sekitar tahun 1880.

Sekarang rumah yang memiliki konstruksi bubungan depan menyerupai kepala gajah ini dihuni oleh Abu Najib, cucu dari keponakan Hj Esah.

Najib mengatakan, hingga kini rumah yang dihuninya itu masih sering dikunjungi wisatawan. Baik dari dalam negeri hingga dari luar negeri.

Bahkan profesor dari Jepang pernah datang ke sana, karena tertarik dengan kekuatan konstruksinya yang bertahan hingga ratusan tahun.

"Profesor itu datang dengan mahasiswanya untuk penelitian," katanya, akhir pekan lalu (28/10).

Ia menyebut, rumah ini menggunakan ulin. Kerap dijuluki kayu besi. Semakin lama umurnya, semakin kuat.

"Itu yang menurut mereka luar biasa. Kalau di tempat lain, supaya kayu tahan lama harus ditambahkan zat kimia untuk bahan pengawet," ujarnya.

Menurutnya, perhatian pemda melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar juga sangat baik. Sehingga bukan sekadar kokoh berdiri, tapi juga terawat keasliannya.

Rumah berkelir biru ini dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Rumah adat ini memiliki panjang 34,28 meter dan lebar 10,67 meter. Terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian kaki, badan dan atap.

Bagian kaki merupakan tiang utama penyokong struktur bangunan, terdiri dari tiang utama dan tiang penyangga. Sedangkan bagian badan terdiri dari beberapa ruang. (ris/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#martapura #Tahulah Pian