Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asal Usul Kampung Ketupat

M. Syarifuddin • Rabu, 11 Mei 2022 | 19:47 WIB
Photo
Photo
Kampung Ketupat merupakan sebuah kawasan yang berlokasi di Sungai baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Di kawasan ini sebagian besar warganya berjualan ketupat.

Baik ketupat jadi, kulit ketupat, maupun lontong dijajakan di sepanjang kawasan kampung tersebut. Kampung ketupat bahkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Banjarmasin. Pemkot Banjarmasin membenahi kawasan ini dengan membangun siring dan memperkuat ikon dengan membuat bangunan berbentuk ketupat.

Salmiah, salah satu warga Kampung Ketupat menuturkan asal usul kampung ini. Menurutnya, Kampung Ketupat dulunya merupakan kampung biasa seperti pada umumnya. “Warga kampung ini rata-rata pedagang. Tapi, ada salah satu warga yang khusus membuat kulit ketupat dan berjualan ketupat, namanya Hj Banjarmas,” ujar Salmiah.

Kala itu Salmiah membuat ketupat untuk memenuhi pesanan para pedagang kuliner di sekitar kampung tersebut. “Para pedagang Soto Banjar, Sate Ayam, dan bahkan pedagang Ketupat Kandangan pesan ketupat dengan Hj Banjarmas. Lama-kelamaan, pesanan ketupat semakin banyak dan membuat Hj Banjarmas kewalahan. Akhirnya, Hj Banjarmas meminta bantuan para tetanga untuk memenuhi pesanan ketupat tersebut,” tuturnya.

Warga yang sebelumnya tak terampil membuat ketupat, malah menjadi mahir.Ini juga berkat kegigihan Hj Banjarmas mengajarkan para tetangganya membuat kulit ketupat yang berbahan daun Nipah. Seiring waktu, penghasilan warga Kampung Sungai Baru semakin melejit dengan jualan Ketupat. Hj Banjarmas bahkan bisa menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci, Mekah.

“Pulang dari berhaji, Hj Banjarmas sampai kaget kampungnya semakin banyak yang jualan kulit ketupat. Di setiap rumah penuh dengan warga yang membuat ketupat hingga ke pelataran. Sementara, para penjual bolak balik naik sepeda mengantarkan pesanan Ketupat kepada para pelanggan,” tuturnya.

Diceritakan Salmiah, sosok Hj Banjarmas sudah lama meninggal. Namun, keahlian membuat kulit ketupat diwariskan hingga ke generasi saat ini di Kampung Ketupat. Pesanan kulit Ketupat atau Ketupat jadi akan belipat ketika menjelang momen khusus. Terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Tak hanya itu, kreatifitas warga Kampung Ketupat juga semakin meningkat. “Dari hasil kreasi warga, ada yang namanya Ketupat Burung yang sering dipesan buat acara lamaran. Di musim Maulid, ada juga yang membuat Ketupat Rasul, bentuknya beda dengan ketupat biasa,” terangnya.

Sayangnya, di masa pandemi Covid-19, Kampung Ketupat juga terkena imbas. “Sekarang yang jualan kulit Ketupat sudah lumayan berkurang, tak seramai pada saat sebelum pandemi. Warga banyak beralih menjalankan usaha lain, seperti jualan sembako atau jualan buah-buahan. Untuk kulit Ketupat dijual Rp10 ribu per lima buah. Sedangkan, ketupat yang sudah siap santap dijual mulai Rp2 ribu hingga Rp4 ribu per buah,” tandasnya.(oza/by/ran) Editor : Arief
#Wisata Banjar