Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bangunan Arc de Triomphe ala Martapura

M. Syarifuddin • Rabu, 9 Maret 2022 | 13:29 WIB
BERSEJARAH: Rico Hasyim di depan helikopter Uni Soviet di Banjarbaru di tahun 70-an. | Foto: IST
BERSEJARAH: Rico Hasyim di depan helikopter Uni Soviet di Banjarbaru di tahun 70-an. | Foto: IST
Arc de Triomphe merupakan sebuah bangunan ikonik di Paris, Prancis. Ternyata, kembarannya ada di Martapura. Namun dengan sentuhan kearifan lokal.

Bangunan tersebut bernama Gerbang Bumi Selamat. Berlokasi di Jalan Ahmad Yani, tidak jauh dari alun-alun Ratu Zalecha dan pertokoan Bumi Cahaya Selamat.

Bentuk gerbang yang megah dan besar itu cukup mencuri perhatian setiap wisatawan yang datang ke Martapura.

Jika dilihat lebih dekat, terdapat banyak ornamen yang menggambarkan kehidupan keseharian masyarakat Martapura dan terlukiskan di setiap bagian gerbang.

Seperti ornamen yang menggambarkan aktivitas masyarakat yang melakukan jual beli di sungai Martapura, serta aktivitas penambangan intan secara tradisional terlukiskan pada ornamen yang ada di gerbang ini.

Di salah satu sisi gerbang juga terdapat kalimat nasihat para orang tua terhadap anak-anak dalam Bahasa Banjar. Yaitu Baiman, Bauntung dan Batuah.

Baiman memiliki arti agar selalu ingat Allah dan memiliki tingkah laku yang dicontohkan Nabi Muhammad dalam ajaran Islam. Jika sudah mengamalkan syariat agama maka akan mendapatkan keberuntungan atau Bauntung.

Sedangkan Batuah memiliki makna, agar kehadiran seseorang di masyarakat memiliki manfaat untuk orang lain.

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banjar M Riza Dauly mengatakan, Gerbang Bumi Selamat diresmikan pada 14 Agustus 2013 silam. "Memang dibangun mengadopsi Arc de Triomphe di Paris," katanya.

Sedangkan dalam penamaannya, merujuk pada sejarah Keraton Banjar pada masa lalu. Ketika itu kawasan Keraton bernama Bumi Kencana, kemudian berganti dengan nama Bumi Selamat. (ris/by/ran) Editor : Arief
#Tahulah Pian