Dulunya, Jembatan Dewi dinamai Jembatan Coen. Jembatan ini dibangun pada zaman Hindia Belanda. Saat Jepang masuk ke Banjarmasin, Belanda terlebih dahulu meledakkan jembatan ini agar tak bisa digunakan.
Pada Agustus 1942, Jepang kembali membangun jembatan ini dan diberi nama Jembatan Yamato Bashi. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada tahun 1945, dua tahun kemudian tepatnya tahun 1947, jembatan ini kembali dipergunakan oleh pemerintah Hindia Belanda yang berusaha kembali menjajah Indonsia. Nama Jembatan Coen kembali digunakan hingga sampai Belanda menyerahkan kedaulatan Indonesia di tahun 1949-1959.
Lalu darimana asal mula nama Dewi? Ternyata pada sekitar tahun 1960-1970-an, ada Bioskop Dewi yang dibangun di dekat jembatan. Masyarakat Banjarmasin pun lama kelamaan lebih mengenal nama jembatan ini menjadi Jembatan Dewi.
Bioskop Dewi sendiri sudah lama tak ada. Bi bekas bioskop itu sudah lama diganti eks bangunan toko Roberta. (rls/by/ran) Editor : Arief