Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pascakebakaran, Tradisi Santunan 10 Muharam di Nurul Fajeri Tetap Digelar

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 25 Juni 2026 | 19:24 WIB

 

ASYURA: Sebanyak 236 anak yatim menerima santunan pada tradisi 10 Muharam di Yayasan Nurul Fajeri, Haur Gading. Tradisi yang berlangsung sejak 1952 itu tetap digelar meski yayasan baru dilanda kebakaran. (Foto: Istimewa)
ASYURA: Sebanyak 236 anak yatim menerima santunan pada tradisi 10 Muharam di Yayasan Nurul Fajeri, Haur Gading. Tradisi yang berlangsung sejak 1952 itu tetap digelar meski yayasan baru dilanda kebakaran. (Foto: Istimewa)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Musibah kebakaran yang baru melanda kompleks Yayasan Nurul Fajeri tak menyurutkan semangat masyarakat melanjutkan tradisi santunan anak yatim pada 10 Muharam 1448 Hijriah.

Sebanyak 236 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan yang digelar di halaman Pondok Pesantren Nurul Fajeri, Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, Kamis (25/6/2026).

Tradisi yang telah berlangsung sejak 1952 itu kembali menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap anak yatim sekaligus bagian dari peringatan Hari Asyura.

Panitia kegiatan, Rafii Hamdi atau yang akrab disapa Mas Dadang, mengatakan dana santunan yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai Rp107.950.000.

"Dana yang terkumpul seluruhnya disalurkan kepada anak-anak yatim yang hadir. Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang terus terjaga dari tahun ke tahun," ujarnya.

Dana Santunan Capai Rp107,95 Juta

Dari total 260 anak yatim yang terdaftar, sebanyak 236 orang hadir menerima santunan. Mereka berasal dari Kecamatan Haur Gading serta sejumlah wilayah lain di Kabupaten Hulu Sungai Utara, seperti Amuntai Utara, Amuntai Tengah, Amuntai Selatan, Banjang, Sungai Pandan, Sungai Tabukan, Danau Panggang, hingga beberapa kelurahan di Kota Amuntai.

Anak yatim yang berdomisili di Kecamatan Haur Gading menerima santunan sebesar Rp600 ribu per orang, sedangkan penerima dari luar kecamatan memperoleh Rp400 ribu per orang.

Adapun santunan bagi anak yatim penyandang disabilitas maupun yang berhalangan hadir disalurkan melalui mekanisme khusus yang telah disiapkan panitia.

Tradisi Asyura Bertahan Sejak 1952

Mas Dadang menjelaskan tradisi menyantuni sekaligus mengusap kepala anak yatim telah diwariskan masyarakat Haur Gading sejak 1952 dan terus dilaksanakan setiap 10 Muharam.

Dalam pelaksanaannya, warga menyerahkan sumbangan kepada panitia, kemudian secara bergantian mengusap kepala anak-anak yatim sebagai simbol kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian.

"Warga meyakini tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada anak yatim sekaligus mengharap keberkahan dari Allah SWT," katanya.

Sejak pagi, ratusan anak yatim tampak duduk rapi menunggu giliran menerima santunan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan sosial-keagamaan yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat Haur Gading.

Mas Dadang bersyukur tradisi tersebut tetap terlaksana meski kompleks Yayasan Nurul Fajeri baru saja terdampak kebakaran.

"Alhamdulillah, berkat dukungan masyarakat dan para donatur, kegiatan santunan 10 Muharam tetap bisa dilaksanakan. Semoga menjadi amal jariah bagi semua pihak yang terlibat," pungkasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
#santunan anak yatim HSU #tradisi Asyura Haur Gading #Yayasan Nurul Fajeri #10 Muharam 1448 Hijriah #santunan Hari Asyura