RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan – Puncak Haul Ke-5 TGH Muhammad Ridwan Baseri atau Guru Kapuh kembali dipadati lautan jemaah. Ratusan ribu orang memadati Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sabtu malam (20/6/2026), untuk mengikuti rangkaian doa dan mengenang ulama kharismatik asal Kapuh tersebut.
Jemaah datang dari berbagai daerah di Kalimantan hingga luar pulau. Mereka memenuhi sejumlah zona yang telah disiapkan panitia dan relawan, mulai dari kawasan Kubah Makam Guru Kapuh hingga titik-titik penyangga di Kecamatan Simpur, Sungai Raya, dan Kandangan.
Sepanjang pelaksanaan haul, suasana religius begitu terasa. Ribuan jemaah khusyuk mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur'an, maulid, tahlil, dan doa bersama.
Baca Juga: Jelang Puncak Haul Guru Kapuh, Jalur Menuju Simpur Padat Merayap
Koordinator Relawan Posko Induk Kubah Makam Guru Kapuh, Ibrahim, memperkirakan jumlah jemaah yang hadir mencapai ratusan ribu orang.
"Semua zona dipadati jemaah. Tahun kemarin jemaah berjumlah sekitar 300 ribuan orang, jadi tahun sekarang diperkirakan ratusan ribu juga," ujarnya.
Menurut Ibrahim, jemaah tidak hanya berasal dari seluruh wilayah Kalimantan, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
"Jemaah juga ada dari Pulau Jawa," tambahnya.
Ia menilai penyelenggaraan haul tahun ini berlangsung lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi yang dilakukan setiap tahun menjadi bekal penting bagi panitia dan relawan dalam mengatur arus kedatangan maupun pergerakan jemaah.
"Dari hasil evaluasi setiap tahunnya, alhamdulillah berkat koordinasi yang ketat antar relawan, jemaah bisa diatur supaya tidak memadati seluruh lokasi haulan, sehingga tetap ada ruas jalan yang bisa digunakan untuk berlalu lalang," ungkapnya.
Koordinasi yang lebih baik tersebut dinilai berhasil menjaga kelancaran akses di sekitar lokasi haul, meski jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.
Puncak Haul Ke-5 Guru Kapuh pun menjadi momentum silaturahmi sekaligus mengenang keteladanan ulama yang semasa hidup dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki banyak murid di berbagai daerah.
Editor : M. Ramli Arisno