PARINGIN – Ramadan di Masjid Agung Al Akbar Balangan tidak dijalani sekadar rutinitas ibadah tahunan.
Masjid terbesar di Kabupaten Balangan ini menerapkan pengelolaan ibadah yang terstruktur demi menjaga ketertiban, konsistensi, dan kualitas penghambaan jemaah sepanjang bulan suci.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid, Habib Muhammad Asegaf menegaskan Ramadan dipandang sebagai momentum pembinaan ibadah yang berkelanjutan.
“Tarawih dilaksanakan 20 rakaat, dan alhamdulillah jemaah yang hadir setiap malam rata-rata sekitar 200 orang,” ujar Habib Muhammad Asegaf.
Tak hanya tarawih, pengurus masjid juga mengelola tadarus Al-Qur’an melalui sistem grup khataman.
Tahun ini, dibentuk 10 grup khataman yang dikoordinasikan secara daring untuk menjaga ritme dan memastikan target khatam tercapai tepat waktu.
“Kami membentuk 10 grup khataman Al-Qur’an. Koordinasinya melalui WhatsApp agar tadarus berjalan tertib dan target khatam bisa tercapai,” katanya.
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, masjid dibuka penuh bagi jemaah yang ingin melaksanakan itikaf dan qiyamul lail. Fasilitas dan pengaturan disiapkan untuk mendukung jemaah beribadah lebih intens di malam-malam utama tersebut.
“Masjid kami buka untuk jemaah yang ingin itikaf dan qiyamul lail di sepuluh malam terakhir Ramadan,” ujarnya.
Habib Muhammad Asegaf pun mengajak jemaah memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak ibadah sunnah dan meningkatkan kualitas spiritual.
“Ramadan adalah bulan dengan keutamaan besar. Mari kita isi dengan memperbanyak ibadah, seperti mengaji, salat sunnah, dan terutama itikaf di Masjid Agung Al Akbar,” katanya.
Pengurus berharap pengelolaan Ramadan yang rapi dan terstruktur ini menjadikan Masjid Agung Al Akbar Balangan sebagai pusat ibadah yang memberi ketenangan, ketertiban, serta manfaat spiritual bagi masyarakat.
Editor : Eddy Hardiyanto