Enam Gunung Berstatus Siaga, Anak Krakatau Kembali Erupsi

Tia Lalita Novitri • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:53 WIB
ERUPSI: Anak gunung krakatau mengalami erupsi sejak Minggu (6/9) sore. (Foto: Kementerian ESDM)
ERUPSI: Anak gunung krakatau mengalami erupsi sejak Minggu (6/9) sore. (Foto: Kementerian ESDM)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia masih mendapat perhatian. Sedikitnya enam gunung saat ini berada pada Level III atau Siaga, termasuk Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu (6/9) malam.

Erupsi Anak Krakatau yang terjadi pukul 20.23 WIB tersebut diikuti sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat aktivitas gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut terus dipantau oleh Badan Geologi bersama instansi terkait.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan abu vulkanik Anak Krakatau bergerak ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung hingga Bengkulu.

“Berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) Darwin serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu,” ujar Lana dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

Berikut enam gunung api yang berada pada Level III atau Siaga:

1. Gunung Anak Krakatau – Selat Sunda/Lampung Selatan

Anak Krakatau menjadi salah satu gunung yang aktivitasnya kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Gunung yang berada di perairan Selat Sunda ini telah berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026, sebelum kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) malam.

Aktivitas erupsi masih menjadi perhatian hingga Senin (7/9). Dalam pemantauan periode 6–7 September, aktivitas kegempaan masih tercatat, termasuk gempa erupsi dan hembusan. Badan Geologi menyebut perkembangan dinamika vulkanisme Anak Krakatau masih terus dipantau dan kemungkinan terjadinya letusan pada periode berikutnya masih tinggi.

2. Gunung Sinabung – Sumatera Utara

Gunung Sinabung kembali masuk dalam daftar gunung berstatus Siaga setelah tingkat aktivitasnya dinaikkan PVMBG pada 31 Agustus 2026. Sebelumnya, gunung api di Sumatera Utara tersebut berada pada Level II atau Waspada.

Hasil pengamatan beberapa hari setelah kenaikan status menunjukkan aktivitas kawah masih terlihat. Pada Jumat (4/9), asap putih tebal tampak keluar dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 300 hingga 500 meter dari puncak. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pemantauan aktivitas Sinabung yang masih berlangsung.

3. Gunung Semeru – Jawa Timur

Di Jawa Timur, Gunung Semeru masih berada dalam kategori Siaga. Status Level III telah diberlakukan sejak Januari 2026 dan aktivitas erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih terus dipantau oleh petugas.

Erupsi kembali tercatat pada Senin (7/9) pukul 04.50 WIB. Saat kejadian, kolom letusan tidak terlihat sehingga ketinggiannya tidak dapat diketahui. Meski demikian, aktivitas erupsi tetap terekam melalui seismograf yang berada di sekitar kawasan gunung.

4. Gunung Lewotobi Laki-laki – Nusa Tenggara Timur

Gunung Lewotobi Laki-laki menjadi salah satu gunung api di Nusa Tenggara Timur yang masih berada pada Level III. PVMBG menetapkan status Siaga tersebut sejak 12 Mei 2026, setelah sebelumnya gunung ini berada pada Level II atau Waspada.

Aktivitas erupsi gunung tersebut juga masih menjadi perhatian. Pada pengamatan sebelumnya, letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter dari puncak. Material abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak menuju wilayah barat serta barat laut.

5. Gunung Ili Lewotolok – Nusa Tenggara Timur

Masih dari Nusa Tenggara Timur, Gunung Ili Lewotolok telah cukup lama berada dalam status Siaga. Status Level III pada gunung tersebut berlaku sejak 2 Juli 2025 dan aktivitas erupsinya masih terus dipantau.

Pada Minggu (6/9) malam, Ili Lewotolok kembali mengalami erupsi sekitar pukul 21.37 WITA. Dari hasil pengamatan, kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Letusan tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama 32 detik.

6. Gunung Ibu – Maluku Utara

Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara, juga termasuk gunung api yang kini berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut telah berlaku sejak PVMBG menurunkannya dari Level IV atau Awas pada 28 Januari 2025.

Aktivitas erupsi masih terjadi di gunung tersebut. Pada Minggu (6/9) malam, Gunung Ibu kembali mengalami letusan dengan material erupsi yang teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pemantauan gunung api yang masih berada dalam status Siaga.

 

Editor : Tia Lalita Novitri
Krakatau Anak Krakatau Semeru erupsi siaga