Tips Bersihkan Abu Sisa Karhutla, Jangan Disapu Sembarangan agar Tak Terhirup

Tia Lalita Novitri • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:50 WIB
BERDEBU: Ilustrasi seseorang membersihkan debu yang menumpuk di teras rumah.
BERDEBU: Ilustrasi seseorang membersihkan debu yang menumpuk di teras rumah.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Abu yang berjatuhan setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak bisa diperlakukan seperti debu rumah tangga biasa.

Abu sisa karhutla dapat membawa partikel halus berbahaya, termasuk PM2,5. Abu juga dapat mengandung karbon dan sisa polutan dari proses pembakaran.

Jika dibersihkan secara sembarangan, terutama dengan cara menyapu saat kering, partikel abu bisa kembali beterbangan dan terhirup. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan perlindungan diri dan cara membersihkan abu.

Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan:

1. Gunakan Masker yang Tepat

Gunakan masker respirator seperti N95, KN95, atau KF94 saat membersihkan abu. Masker jenis ini dirancang untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil dan sebaiknya digunakan dengan posisi menutup hidung serta mulut secara rapat.

Pastikan bagian hidung, mulut, hingga dagu tertutup dengan baik agar tidak ada celah bagi partikel abu masuk. Masker kain atau masker bedah biasa tidak memberikan perlindungan yang sama terhadap partikel abu yang sangat halus.

2. Lindungi Mata

Selain saluran pernapasan, mata juga perlu mendapat perlindungan saat berada di area yang dipenuhi abu karhutla. Partikel yang beterbangan dapat masuk ke mata dan memicu iritasi.

Gunakan kacamata pelindung atau goggles saat membersihkan abu, terutama jika jumlah abu cukup banyak. Hindari mengucek mata jika terkena abu dan segera bersihkan mata dengan cara yang aman.

3. Kenakan Pakaian Tertutup

Saat membersihkan abu, gunakan pakaian yang menutupi sebagian besar permukaan kulit, seperti baju lengan panjang dan celana panjang. Langkah ini membantu mengurangi kontak langsung kulit dengan abu dan sisa zat dari proses pembakaran.

Setelah pekerjaan selesai, lepaskan pakaian dengan hati-hati agar abu yang menempel tidak kembali beterbangan. Pakaian yang telah digunakan sebaiknya segera dibersihkan, kemudian mandi dan cuci bagian tubuh yang mungkin terkena abu.

4. Tutup Pintu dan Jendela

Ketika abu masih beterbangan di luar, tutup rapat pintu dan jendela rumah. Cara ini membantu mengurangi masuknya partikel abu ke dalam ruangan dan menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Jika menggunakan AC, pilih mode recirculation atau sirkulasi udara dalam ruangan. Mode tersebut membantu mengurangi masuknya udara dari luar yang kemungkinan masih mengandung asap maupun partikel abu.

5. Gunakan Air Purifier dengan Filter HEPA

Jika tersedia, gunakan air purifier yang dilengkapi filter HEPA untuk membantu menyaring partikel halus di udara dalam ruangan. Perangkat ini dapat digunakan terutama ketika kualitas udara di luar masih buruk akibat asap dan abu karhutla.

Kondisi filter juga perlu diperiksa secara berkala. Abu yang pekat dapat membuat filter lebih cepat kotor atau tersumbat, sehingga pembersihan atau penggantian filter perlu dilakukan sesuai petunjuk penggunaan perangkat.

6. Jangan Menyapu Abu dalam Kondisi Kering

Hindari menyapu abu karhutla ketika kondisinya masih kering. Gerakan sapu dapat membuat partikel abu kembali beterbangan ke udara dan meningkatkan risiko terhirup, terutama saat proses pembersihan dilakukan tanpa perlindungan yang memadai.

Pembersihan sebaiknya dilakukan dengan cara yang tidak membuat abu berhamburan. Gunakan perlindungan diri selama proses pembersihan dan hindari aktivitas yang dapat membuat endapan abu kembali terangkat ke udara.

Editor : Tia Lalita Novitri
Abu polutan karhutla tips debu