RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Luna Maya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Melalui Yayasan Lunamaya Nawasena, aktris sekaligus pengusaha itu membangun TK Sinar Watugong di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan usia dini.
Pembangunan taman kanak-kanak tersebut menjadi salah satu program yayasan yang bertujuan menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak bagi anak-anak di daerah, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat setempat.
Luna berharap kehadiran TK Sinar Watugong dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan sejak usia dini.
Di balik pembangunan sekolah tersebut, tersimpan kisah yang begitu menyentuh. Melalui unggahan di Instagram, Luna mengungkapkan bahwa proyek itu turut menggunakan dana amanah dari mendiang sang tante yang meninggal dunia dua pekan sebelumnya.
Menurut Luna, sebelum wafat, sang tante sempat menghubunginya dari rumah sakit dan berpesan agar sebagian hartanya disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
"Salah satunya ada yang terbesar ini amanah dari tante saya. Beliau baru saja meninggal dua minggu yang lalu. Dia pesan sebelum meninggal, dia telepon saya dari rumah sakit, dia minta, 'Tante ada uang segini, tolong nanti didonasikan kepada yang membutuhkan'," ujar Luna.
Saat menerima pesan tersebut, Luna mengaku memang sedang mempersiapkan pembangunan sekolah di Flores. Ia kemudian menawarkan agar dana peninggalan sang tante digunakan untuk membantu mewujudkan proyek pendidikan tersebut sebagai amal jariyah.
"Saya bilang sama tante saya, 'Tante saya lagi mau bangun sekolah di Flores, di Maumere. Boleh tolong diamanahkan uang ini? Supaya Tante pulang nanti punya sesuatu di dunia ini yang ditinggalkan untuk kebaikan'," lanjutnya.
Bagi Luna, pendidikan merupakan bekal terpenting dalam membangun masa depan. Meski hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA, ia percaya proses belajar tidak dibatasi oleh jenjang akademik.
"Saya juga bukan lulusan universitas mana, saya hanya lulusan SMA. Tapi saya punya cita-cita yang besar, saya enggak pernah berhenti belajar, dan belajar itu bisa dari mana saja. Dan saya mau adik-adik juga berpikir seperti itu," katanya.
Komitmen Luna terhadap dunia pendidikan bukan hal baru. Sejak 2013, ia telah mendirikan LM Foundation yang aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu anak-anak memperoleh akses pendidikan.
Bahkan, impian membangun sekolah gratis di daerah terpencil yang pernah diungkapkannya bertahun-tahun lalu kini mulai terwujud melalui berdirinya TK Sinar Watugong di Flores.
Menutup pesannya, Luna mengajak lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi memajukan pendidikan di Indonesia. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada tenaga pengajar, tetapi juga didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang memadai.
"Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama mendukung pendidikan Indonesia. Karena pendidikan yang maju selalu berawal dari fondasi yang kuat, dan fondasi itu dimulai dari infrastruktur yang layak," tutup Luna.
Editor : Tia Lalita Novitri