RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Selebgram Awkarin akhirnya buka suara usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang menyeret nama Hanania Travel. Ia menegaskan kerja sama yang pernah dijalin dengan biro perjalanan tersebut bukan terjadi dalam waktu dekat, melainkan sudah berlangsung pada 2022.
Menurut Awkarin, informasi tersebut perlu diluruskan karena masih banyak pihak yang mengira dirinya baru bekerja sama dengan Hanania Travel sebelum kasus ini mencuat.
"Kalau di sini sekitar dua tahun yang lalu kami bekerja sama. Mungkin itu harus diperjelas lagi ya, karena mungkin banyak dari media atau teman-teman di media sosial yang mengira kami baru bekerja sama, baru-baru ini. Itu nggak. Kami bekerja sama itu sekitar dua tahun yang lalu," ujar Awkarin di Polda Metro Jaya, Senin (29/6).
Awkarin juga mengaku tidak mengetahui asal-usul dana yang digunakan Hanania Travel saat memberikan fasilitas endorsement maupun uang saku kepadanya. Ia menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada penyidik yang menangani perkara.
"Mungkin kita nggak tahu pastinya seperti apa. Itu penyidik yang tahu, untuk aliran dana atau apa pun yang digunakan pada saat kami di-endorse atau barter pada 2022. Apakah ada aliran dana atau uang untuk endorse kami berasal dari jemaah atau apa pun itu, kami tidak tahu menahu," tuturnya.
Sementara itu, kuasa hukum Awkarin, Artahsasta, turut memberikan penjelasan mengenai waktu kerja sama kliennya dengan Hanania Travel. Ia menegaskan perjalanan umrah yang dijalani Awkarin berlangsung jauh sebelum muncul dugaan kasus gagal berangkat yang kini sedang diselidiki.
"Biar supaya jelas, keberangkatannya Ibu Karin itu tanggal 29 Juli 2022, pulang tanggal 9 Agustus 2022," jelas Artahsasta.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat sekaligus menegaskan bahwa kerja sama Awkarin dengan Hanania Travel terjadi beberapa tahun sebelum kasus dugaan penipuan perjalanan umrah mencuat ke publik.
Editor : Tia Lalita Novitri