RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Penyanyi Keisya Levronka mengungkap perjuangan berat yang dialaminya setelah sang adik, Lexi Valleno Havlendra, mengalami kecelakaan tragis dengan terjatuh dari lantai enam Universitas Tarumanagara (UNTAR).
Insiden yang terjadi pada April 2024 itu mengubah kehidupan keluarga mereka. Demi mendampingi proses pemulihan sang adik, Keisya bahkan memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas pekerjaannya selama beberapa bulan.
"Perjuangannya, sebenarnya bukan cuma perjuangan adik, melainkan perjuangan aku, Mama, kita semua lah ya. Satu keluarga itu berat banget sih prosesnya dari awal," ujar Keisya saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (1/7).
Pelantun Tak Ingin Usai itu mengaku sengaja menolak sejumlah tawaran pekerjaan agar bisa fokus mendampingi Lexi yang saat itu menjalani perawatan intensif. Menurutnya, sang adik tidak hanya berjuang memulihkan kondisi fisik, tetapi juga harus menghadapi trauma psikologis akibat kecelakaan tersebut.
Keisya mengatakan seluruh anggota keluarga saling menguatkan selama masa sulit itu. Kedekatannya dengan Lexi membuat dirinya ikut merasakan beban emosional yang begitu besar.
"Aku sempat sepatah hati itu, karena aku yang paling pusing mikirin adikku itu," tuturnya.
Ia juga mengenang masa-masa ketika harus setia menemani sang adik di rumah sakit. Keisya rela beristirahat di sofa ruang perawatan dan membantu menyuapi Lexi karena kondisinya saat itu belum memungkinkan untuk makan sendiri.
Hingga kini, proses pemulihan Lexi masih terus berlangsung. Ia mengaku pergerakannya masih terbatas karena adanya kerusakan saraf dan penyangga atau pen yang terpasang di tubuhnya.
Saat ini Lexi masih rutin menjalani fisioterapi sebanyak dua kali dalam sepekan. Sementara itu, status perkuliahannya di UNTAR masih dinonaktifkan sejak kecelakaan tersebut terjadi.
Atas insiden yang dialami Lexi, pihak keluarga kini menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan terhadap Universitas Tarumanagara. Dalam perkara tersebut, keluarga Keisya Levronka menuntut ganti rugi sebesar Rp1 miliar.
Editor : Tia Lalita Novitri