Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kasus Poppy Nupitasari Mencuat, Tantri Kotak Akui Sempat Menaruh Kepercayaan Penuh

Tia Lalita Novitri • Kamis, 25 Juni 2026 | 14:41 WIB
PENGALAMAN: Tantri Kotak berbagi pengalamannya saat pernah berurusan dengan Poppy Nupita. (Foto: Instagram)
PENGALAMAN: Tantri Kotak berbagi pengalamannya saat pernah berurusan dengan Poppy Nupita. (Foto: Instagram)

RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Kasus dugaan penipuan yang menyeret nama Poppy Nupitasari atau Poppy Nupita terus menjadi sorotan. Di tengah ramainya perbincangan publik, vokalis grup band Kotak, Tantri Syalindri, akhirnya membagikan pengalamannya berhubungan dengan sosok yang kini diduga merugikan banyak orang tersebut.

Melalui unggahan di media sosial, Tantri menceritakan bahwa dirinya telah mengenal Poppy sejak tahun 2023. Pertemuan mereka berawal dari lingkungan sekolah anak yang sama hingga akhirnya menjalin hubungan pertemanan yang cukup dekat.

Menurut Tantri, selama mengenal Poppy, ia melihat sosok yang ramah dan sering memberikan dukungan dalam berbagai kesempatan. Kedekatan itu membuat kepercayaan di antara keduanya semakin terbangun.

"Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan mendukung di saat ada kesulitan," tulis Tantri dalam unggahannya.

Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tidak hanya sebatas pertemanan. Poppy disebut beberapa kali menawarkan peluang bisnis kepada Tantri, mulai dari sistem pre-order hingga transaksi lelang berbagai barang.

Meski awalnya sempat ragu, Tantri akhirnya memutuskan ikut terlibat karena merasa sudah cukup mengenal karakter Poppy. Ia mengaku sebenarnya selalu berhati-hati ketika berurusan dengan uang maupun kerja sama bisnis.

"Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan mempengaruhi pertemanan. Dalam prinsip hidupku, urusan bisnis dan uang aku sangat berhati-hati sekali," ungkapnya.

Kerja sama tersebut berjalan lancar selama kurang lebih satu tahun. Namun situasi berubah pada pertengahan Juni 2026 ketika komunikasi dengan Poppy mendadak terputus.

Tantri mengungkapkan bahwa setelah transaksi terakhir dilakukan pada 19 Juni 2026, nomor telepon maupun akun media sosial Poppy tidak lagi dapat dihubungi.

"Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak dapat lagi dihubungi," tulis Tantri.

Kondisi itu memicu kekhawatiran di kalangan orang-orang yang sebelumnya bertransaksi dengan Poppy. Sejumlah pihak kemudian saling berkomunikasi untuk mencari informasi dan mengetahui keberadaan perempuan tersebut.

Dalam prosesnya, semakin banyak pengakuan bermunculan dari pengguna media sosial yang mengaku mengalami kejadian serupa. Beberapa di antaranya bahkan mengklaim telah mengalami kerugian sejak jauh sebelum kasus ini ramai diperbincangkan.

"Ternyata banyak sekali orang-orang yang sudah dirugikan sejak lama," lanjut Tantri.

Kerugian yang disebut-sebut dialami para korban diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Dana tersebut diduga berasal dari berbagai transaksi bisnis, investasi, hingga titip jual barang yang melibatkan banyak pihak.

Meski demikian, Tantri menyebut para korban masih berharap ada itikad baik dari Poppy untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan mengembalikan dana yang menjadi hak masing-masing pihak.

Di sisi lain, langkah hukum juga mulai dipersiapkan. Tantri bersama sejumlah korban dikabarkan telah mengumpulkan berbagai bukti transaksi serta komunikasi yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar pelaporan kepada aparat penegak hukum apabila penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.

Editor : Tia Lalita Novitri
#Tantri Kotak #Poppy Nupita #Tantri #Penipuan #bisnis