RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Konser religi Hadad Alwi dalam rangka Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kotabaru di Siring Laut tak hanya menghadirkan lantunan selawat.
Penampilan sang maestro religi itu juga memicu gelombang haru yang menyelimuti ribuan penonton, Rabu (4/6) dini hari.
Suasana berubah emosional saat Hadad Alwi membawakan lagu-lagu legendaris seperti Rindu Muhammadku dan Ibu.
Ribuan warga yang memadati kawasan Siring Laut larut dalam suasana penuh kerinduan dan kenangan, terutama ketika lagu bertema kasih sayang ibu menggema dari atas panggung.
Tak sedikit penonton yang tampak menitikkan air mata. Momen tersebut menjadi salah satu puncak acara perayaan hari jadi daerah yang berlangsung meriah sekaligus menyentuh.
Puluhan Penonton Menangis
Atmosfer haru itu turut disaksikan langsung fotografer lokal Kotabaru, Belgie D.R. Kartika. Dari balik kameranya, ia melihat banyak penonton tak mampu menahan emosi saat Hadad Alwi melantunkan lagu Kaulah Ibuku.
"Pecah banget. Orang-orang banyak yang menangis di depan panggung. Saya sendiri yang bertugas memotret sampai ikut merinding dan terharu melihat pemandangan itu," ujar Belgie kepada Radar Banjarmasin, Kamis (4/6) dini hari.
Menurut Belgie, pemandangan tersebut tidak hanya terjadi pada satu atau dua orang. Puluhan warga di berbagai titik kerumunan terlihat larut dalam suasana haru yang tercipta sepanjang lagu berlangsung.
Ia bahkan sempat mengabadikan momen tersebut melalui foto dan rekaman video karena menilai suasana yang tercipta sangat jarang terjadi dalam sebuah pertunjukan.
Hadad Alwi Hadirkan Suasana Religius
Kehadiran Hadad Alwi di panggung utama Harjad ke-76 Kotabaru menjadi salah satu penampilan yang paling menyita perhatian masyarakat.
Selain menghibur, konser tersebut menghadirkan nuansa religius yang mampu menyentuh sisi emosional penonton.
Lantunan lagu-lagu yang telah dikenal lintas generasi membuat ribuan warga larut bernyanyi bersama.
Malam itu, Siring Laut bukan sekadar lokasi perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk mengenang, merindu, dan mengekspresikan rasa cinta kepada orang tua serta Rasulullah. (*)
Editor : M. Ramli Arisno