Pasar Murah Jadi Solusi Atasi Kenaikan Bahan Pokok di HST
Jamaluddin Radar Banjarmasin• Rabu, 6 Mei 2026 | 15:39 WIB
DIPADATI: Warga Pajukungan memadati Pasar Murah yang digelar pemerintah daerah dan provinsi. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin).
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai– Warga memadati pasar murah di Desa Pajukungan, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Rabu (6/5/2026).
Sejak pagi hingga siang, masyarakat memadati lokasi kantor desa untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sesuai HET menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di sejumlah titik penjualan. Mereka memanfaatkan pasar murah untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng yang dijual di bawah harga pasar.
Sekretaris Dinas Perdagangan HST, Jamhari, mengatakan pasar murah ini merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang hari raya, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk meringankan beban masyarakat menjelang Idul Adha, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan berbagai intervensi guna menekan kenaikan harga. Ia berharap pasar murah dapat memberikan manfaat langsung, khususnya bagi masyarakat di pedesaan.
Sementara itu, Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Penting Provinsi Kalimantan Selatan, Salim, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi bahan pokok.
“Pasar murah ini adalah bentuk sinergi dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar,” katanya.
Ia juga menegaskan pihaknya terus memantau pergerakan harga dan stok di lapangan untuk mencegah kelangkaan.
Ahmadi, Warga Desa Pajukungan mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
"Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan," pungkasnya.
Sebagai gambaran di pasar tradisional HST, kenaikan harga terlihat pada komoditas bawang. Bawang merah dijual Rp50.000 per kilogram, sedangkan bawang putih, bawang bombai, dan bawang prai masing-masing di angka Rp40.000 per kilogram.
Di sektor perikanan, ikan papuyu menjadi salah satu komoditas dengan harga tinggi yakni Rp100.000 per kilogram, disusul ikan haruan Rp65.000 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah bahan pokok lain relatif stabil, seperti beras medium Bulog di harga Rp13.100 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter, serta gula pasir yang berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram.