KANDANGAN - Menyambut tradisi mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan Maret, kabar gembira datang bagi masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan kembali menghadirkan program Bus Gasan Mudik Gratis atau yang disingkat BUS GADIS untuk membantu kelancaran perjalanan pulang kampung warga.
Dalam persiapannya, dua unit bus dengan kapasitas berbeda telah disiagakan guna melayani para pemudik.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Darat DISHUB HSS, Muhammad Rasyid, menjelaskan bahwa skema tahun ini tetap konsisten dengan tahun sebelumnya.
"Jadi tahun 2026 ini sama seperti tahun kemarin, kami menyediakan 2 unit bus. Untuk bus yang besar kapasitasnya 28 orang, dan bus yang kecil 18 orang," ujar Rasyid.
Layanan ini mencakup dua rute utama, yakni rute Kandangan-Banjarmasin yang berakhir di Kelurahan Kayu Tangi, serta rute Kandangan-Pelaihari dengan titik akhir di Kelurahan Angsau.
"Untuk rute nya itu ada 2, pertama rute Kandangan-Banjarmasin dengan titik akhir di Kelurahan Kayu Tangi, dan yang kedua rute Kandangan-Pelaihari dengan titik akhir di Kelurahan Angsau." tambah Rasyid.
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, pendaftaran telah dibuka secara daring mulai tanggal 1 hingga 6 Maret 2026, dengan jadwal keberangkatan mudik pada 18 Maret dan arus balik pada 24 Maret 2026.
Selain membantu mobilitas warga, program BUS GADIS ini juga dirancang sebagai langkah strategis dalam menekan angka inflasi melalui efisiensi konsumsi bahan bakar dan pengurangan kepadatan lalu lintas di masa libur panjang.
"Tujuan program ini selain sebagai layanan untuk masyarakat, adalah juga untuk menekan inflasi, karena otomatis akan mengurangi tingkat penggunaan BBM, dan juga dapat mengurangi tingkat kemacetan pada saat arus mudik," jelas Rasyid.
Meski menjadi agenda rutin yang sangat dinantikan, keterbatasan jumlah armada memang masih menjadi tantangan yang perlu dihadapi akibat kendala anggaran.
"Ini memang program rutin yang diadakan tiap tahun dan disambut baik masyarakat, tapi karena keterbatasan anggaran, kami hanya bisa menyediakan 2 bus saja. Ini yang masih menjadi keluhan masyarakat, karena terbatasnya unit yang disediakan," ungkap Rasyid.
Ke depannya, diharapkan adanya sinergi dan kolaborasi dari berbagai instansi maupun pihak swasta untuk mendukung perluasan program ini, sehingga ketersediaan unit angkutan mudik gratis dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan dan jangkauan masyarakat yang lebih luas.
Editor : Arif Subekti