BANJARMASIN - Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar Sadunia (PP KBB) melantik Pengurus Wilayah (PW) KBB Provinsi Kalimantan Tengah masa bakti 2025–2029 di Aula Bappeda Pemprov Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (14/2/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua III PP KBB, Drs. H. Apriansyah, M.Si., terhadap kepengurusan baru yang dinakhodai Dr. H.M. Istani P. Yunus, SH, M.AP sebagai Ketua PW KBB Kalteng, didampingi Sekretaris Umum Muhammad Noor, S.Pd.I., M.Pd.I.
Acara tersebut dihadiri Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung, unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, tokoh masyarakat Kalteng H. Abdul Razak selaku Pembina PW KBB, jajaran DPD KBB se-Kalteng, serta masyarakat Banjar di Palangka Raya.
Dalam sambutan Presiden PP KBB Sadunia H. Sahbirin Noor yang dibacakan Ketua IV Drs. H. Mohammad Ary Achdiani, MAP, disampaikan apresiasi kepada Ketua PW KBB Kalteng periode 2021–2025, Ustadz H. Khairuddin, atas kinerja dan kontribusinya membina serta membentuk PD KBB di sejumlah wilayah Kalteng.
Presiden PP KBB juga mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru yang dipimpin Dr. Istani P. Yunus. Ia menegaskan bahwa terbentuknya KBB Sadunia mencerminkan eratnya silaturahmi urang Banjar sebagai diaspora yang telah menyebar ke berbagai provinsi di Indonesia dan sejumlah negara sejak ratusan tahun lalu.
“KBB adalah rumah besar urang Banjar untuk menguatkan identitas, budaya, serta saling membantu demi terwujudnya masyarakat yang bermartabat. Ini bagian dari penguatan kebhinekaan dan keindonesiaan kita,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Disebutkan pula, warga Banjar harus berperan aktif dalam pembangunan di mana pun berada dengan menjunjung falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. PP KBB Sadunia sendiri telah terbentuk di Taiwan, Arab Saudi, Kuwait, Singapura, dan Malaysia sebagai upaya memperkuat jaringan diaspora. Tagline organisasi, “Bergerak Banjar Menjemput Dunia”, ditegaskan sebagai semangat membangun jejaring global dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan nilai keagamaan, serta ekonomi.
Sementara itu, Gubernur Kalteng dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Sekda menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah adalah rumah besar bagi berbagai suku dan etnis. Warga Banjar dinilai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika sosial di Bumi Tambun Bungai.
“Bubuhan Banjar di Kalimantan Tengah bukan lagi pendatang, melainkan bagian dari keluarga besar yang menjunjung tinggi filosofi Huma Betang,” ujar Plt Sekda.
Pemerintah Provinsi berharap PW KBB Kalteng dapat menjadi jembatan yang mempererat silaturahmi, tidak hanya antarwarga Banjar, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat. Warga Banjar juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera, menjaga nilai budaya sebagai bagian dari kekayaan nasional, serta turut mencegah isu-isu disintegrasi dengan menebarkan semangat gotong royong.
Ketua PW KBB Kalteng, Dr. Istani P. Yunus, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk mengonsolidasikan pembentukan Pengurus Daerah (PD) KBB kabupaten yang belum tersusun pada tahun pertama masa bakti 2026.
Menurutnya, KBB dibentuk untuk meningkatkan kualitas sumber daya insani di berbagai aspek kehidupan guna membangun karakter dan semangat Banjar yang berbudaya luhur dalam kehidupan sosial dan pembangunan bangsa. Upaya tersebut dilandasi nilai keimanan dan ketakwaan untuk mewujudkan masyarakat yang damai, toleran, adil, serta sejahtera lahir dan batin.
Ke depan, PW KBB Kalteng akan melakukan penjajakan kerja sama dengan pemerintah daerah, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta melanjutkan pembentukan PD-PD KBB se-Kalteng. Organisasi juga menggiatkan program “Panca Tertib”, yakni Tertib Administrasi, Tertib Kepengurusan, Tertib Program Kerja, Tertib Hubungan Internal, dan Tertib Hubungan Eksternal.
“Penting untuk diingat bahwa hubungan internal yang kuat menjadi fondasi bagi hubungan eksternal yang sukses,” tegasnya.
Dengan pelantikan ini, PW KBB Kalteng diharapkan semakin solid dalam menggerakkan peran strategis masyarakat Banjar sebagai bagian dari kekuatan sosial-budaya yang mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Editor : Arif Subekti