Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Nagara, Sentral Pandai Besi Yang Tak Pernah Mati

M Padil Ihsan • Senin, 26 Januari 2026 | 10:09 WIB
Pandai besi sedang menempa besi untuk membuat parang.
Pandai besi sedang menempa besi untuk membuat parang.

KANDANGAN - Wilayah Nagara, HSS yang terbagi dalam tiga wilayah kecamatan, (Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat) dikenal sebagai sentral pandai besi yang memproduksi berbagai macam senjata tajam.

 

Termasuk senjata khas suku Banjar seperti mandau, parang bungkul, kapak, parang lais, cangkul, arit, linggis hingga alat pertanian lain.

 

Beberapa desa yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai pandai besi berada di Desa Tumbukan Banyu dan Desa Sungai Pinang Kecamatan Daha Selatan, serta Desa Panggandingan Kecamatan Daha Utara.

 

Keberadaan para pandai besi di Nagara bukan sekadar urusan ekonomi semata, melainkan bukti ketangguhan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Meski zaman terus berganti dengan peralatan pabrikasi yang serba modern, sentuhan tangan terampil dari Daha tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

 

Salah satu pandai besi di Desa Tumbukan Banyu, Abdurrahman mengatakan, bahan yang digunakan untuk membuat berbagai jenis senjata dan peralatan dari bekas per mobil.

 

"Bekas per mobil dipanaskan dan dipukul-pukul untuk membentuk senjata atau peralatan yang akan dibuat,” jelas pria yang akrab disapa Maman itu.

 

Masing-masing pandai besi memproduksi senjata atau peralatan yang berbeda-beda.

"Pandai besi di sini ada yang memproduksi dengan sistem kodian yang satu kodinya terdiri dari dua puluh bilah senjata, dan ada juga yang memproduksi sesuai permintaan pembeli saja,” terangnya.

 

Ia pandai besi yang memproduksi sesuai permintaan pembeli dengan berbagai macam permintan seperi membuat parang bungkul, tombak, samurai, dan lain-lain yang pemesannya kebanyakan dari luar daerah hingga luar pulau.

 

Dikatakannya, hasil produksinya dijual kembali oleh para pedagang.

Dengan penjualan tersebut membuat peredaran pasar senjata tajam atau peralatan ini bisa sampai menyebar ke seluruh pulau di Indonesia.

 

"Peredaran pasarnya ini biasanya sampai ke luar pulau, khususnya sampai ke wilayah Maluku,” klaimnya.

Editor : M Oscar Fraby
#Nagara #senjata #mandau