Wisatawan dapat mengeksplorasi pantai di pagi hari, berburu kuliner legendaris, menikmati panorama bukit saat sore, hingga menyaksikan matahari terbenam di tepi laut, semuanya dengan biaya terjangkau.
Pantai Gedambaan: Start Sempurna Pagi Hari
Baca Juga: Bupati Samsul Rizal Lepas Peserta Menyala Run HST 2025
Petualangan dimulai pukul 09.00 WITA di Pantai Gedambaan, ikon wisata primadona Kotabaru. Lokasinya mudah dijangkau dan cocok sebagai titik awal perjalanan.
Pengunjung bisa berenang, mandi, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan alam yang menawan.
Harga tiket masuk sangat ramah kantong, hanya Rp 14.000 per orang ditambah asuransi Rp 1.000, total Rp 15.000.
Baca Juga: Bupati HST Sambut Kunjungan Pangdam XXII/TB, Komitmen Perkuat Kerja Sama untuk Pembangunan Daerah
Fasilitas di Pantai Gedambaan juga cukup lengkap. Menjelang waktu salat Zuhur, tersedia musala yang luas dan nyaman untuk beribadah.
Kampung Nelayan: Surga Kuliner Gratis
Setelah beribadah dan menyegarkan diri, saatnya mengisi energi di Kampung Nelayan, Desa Sarang Tiung. Kawasan wisata kuliner ini menjadi surganya para food hunter.
Baca Juga: Pemkab HST Tampilkan Produk Unggulan di Banua Creative Festival 2025
Keunggulannya, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk sama sekali. Gratis. Cukup bayar parkir jika membawa kendaraan.
Menu yang tersedia sangat beragam. Mulai dari kuliner khas Banjar seperti Soto Banjar dan Pentol Kuah Ikan Tenggiri, hingga hidangan Nusantara populer seperti Sate, Soto Ayam, Coto Makassar, dan Konro.
Pilihan minuman pun lengkap, dari aneka kopi hingga Es Buah, Es Campur, dan Es Krim. Harga per porsi sangat terjangkau, paling mahal hanya Rp 25.000.
Baca Juga: Admin Toko di Banjarbaru Diduga Tilap Uang Penjualan Puluhan Juta
Bukit Mamake: Panorama Spektakuler Sore Hari
Setelah istirahat, perjalanan dilanjutkan sore hari menuju Bukit Mamake. Destinasi ini menawarkan pemandangan yang memukau dari ketinggian.
Biaya masuk sangat murah, hanya Rp 7.000 per orang ditambah asuransi Rp 1.000, total Rp 8.000. Di puncak bukit, pengunjung akan dimanjakan pemandangan luar biasa.
Baca Juga: Kritik Rudy Resnawan: Jauh dari Masyarakat, tapi Dekat Hutan Lindung
Panorama laut, gunung, dan hijaunya alam Kotabaru menyatu menjadi satu bingkai yang sangat indah. Momen ini sempurna untuk berfoto dan menikmati kesejukan udara pegunungan.
Siring Laut dan Masjid Apung: Penutup Sempurna
Agenda senja ditutup manis di Siring Laut Kotabaru. Ruang terbuka publik yang luas ini berada tepat di tepi laut dan dilengkapi bangku-bangku santai, taman, serta spot foto menarik.
Baca Juga: Pengawasan Dishub Banjarmasin Makin Ketat, Parkir Kendaraan di Bahu Jalan Siap-Siap Diderek
Tempat ini sangat populer untuk bersantai sambil menikmati angin laut. Masuknya gratis, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan.
Sambil menikmati senja menjelang Magrib, wisatawan bisa menunaikan salat di Masjid Apung yang bentuknya menyerupai kapal besar. Lokasi ini menawarkan pengalaman spiritual yang unik dan berkesan.
Testimoni Wisatawan: Efisien dan Memanjakan
Baca Juga: Angkat Cerita Rakyat Kalsel ke Opera Banjar, Ini Kata Rabiah Soal Sulitnya Perankan Putri Rakyah
Muhammad Zakir Raihan, wisatawan dari Barabai, Hulu Sungai Tengah, mengaku sangat kagum dengan paket wisata Kotabaru yang efisien.
"Luar biasa, destinasi wisatanya saling berdekatan. Walaupun jalan naik ke Bukit Mamake cukup menantang, semua terbayar lunas dengan keindahan alam yang sangat luar biasa, apalagi ditutup dengan senja di Siring Laut," puji Zakir.
Baginya, pengalaman berwisata di Kotabaru sangat memuaskan. Ia berencana memamerkan foto-foto dari Pantai Gedambaan, Kampung Nelayan, Bukit Mamake, dan Siring Laut kepada teman-temannya.
Baca Juga: Ratusan Pelari Meriahkan Menyala Run HST 2025, Berikut Daftar Juaranya
"Nanti saya lagi yang akan pamer foto ke teman bahwa saya sudah datang ke sini, Pantai Gedambaan, Kampung Nelayan, Bukit Mamake, dan Siring Laut Kotabaru," bangga Zakir. (*)
Editor : M. Ramli Arisno