Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kasus Campak di Banjarbaru Capai 30 Orang, Dinkes Intensifkan Pengendalian

Sheilla Farazela • Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:07 WIB
Ilustrasi anak terkena campak (jawapos.com)
Ilustrasi anak terkena campak (jawapos.com)

BANJARBARU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 30 kasus positif campak (morbili) ditemukan sepanjang Januari hingga 27 Agustus 2025. Data tersebut diperoleh dari 72 sampel suspek yang diambil dari total 129 laporan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr Juhai Trianti Agustina kepada Radar Banjarmasin, Kamis (28/8), menjelaskan penyakit campak masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

“Campak adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh Morbili virus. Penularan terjadi melalui droplet dari hidung, mulut, atau tenggorokan penderita ketika berbicara, batuk, maupun bersin,” ujarnya.

Gejala campak, sebut dr. Juhai ditandai dengan demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius selama tiga hari, disertai batuk, pilek, mata merah atau berair, muncul bercak kemerahan pada tubuh, hingga bercak putih keabuan di pipi bagian bawah yang kemudian berubah kehitaman.

Menurut Juhai, komplikasi campak sering terjadi pada anak di bawah usia lima tahun, terutama penderita dengan malnutrisi, defisiensi vitamin, atau gangguan imunitas.

“Kematian akibat campak biasanya disebabkan oleh komplikasi seperti bronchopneumonia, diare berat, dan gizi buruk. Namun, di Banjarbaru sendiri pada 2025 ini Alhamdulillah tidak ditemukan kasus kematian akibat campak,” tegasnya.

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Dinkes Banjarbaru sebut Kadinkes melakukan berbagai langkah pengendalian.

"Surveilans aktif melalui laporan mingguan SKDR dari fasilitas kesehatan, pengambilan dan pengiriman spesimen ke laboratorium, penyelidikan epidemiologi, serta koordinasi lintas sektor," cetusnya.

Selain itu, Dinkes juga gencar melakukan edukasi kesehatan melalui penyuluhan dan media sosial, pemberian imunisasi campak pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, serta anak sekolah dasar kelas 1, sweeping imunisasi kejar MR, hingga strategi ORI (Outbreak Response Immunization).

"Kami juga menekankan penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan,” pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
#dinas kesehatan #positif #banjarbaru #Campak #suspek