Diresmikan pada awal 2019 lalu oleh almarhum Wali Kota Nadjmi Adhani, mulanya Menara Pandang 33 menjadi tujuan wisata murah bagi warga kota.
Murah karena tidak ada biaya masuk. Lokasinya juga mudah dijangkau. Masih satu kawasan dengan Kampung Pelangi.
Setelah diresmikan, fasilitas ini selalu ramai pengunjung. "Sekarang sepi. Akhir pekan sama saja," kata Helda (38) warga sekitar kemarin (18/10).
Senada dengan Firda (29). "Orang mungkin sudah menemukan yang lain. Sekali dua berkunjung kemari, dirasanya sudah cukup," duganya.
Jadi, bagaimana agar Menara Pandang 33 kembali menarik?
Pertanyaan itu diajukan pada Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarbaru, Nina Aprodita.
Dia menjawab, pemko belum bisa berbuat banyak. Sebab menara itu dibangun Kementerian PUPR. Termasuk dalam program penataan permukiman kumuh. Statusnya belum serah terima ke pemko.
"Saat ini sedang diproses kementerian, terkait surat perjanjian hibah dan administrasi lainnya," jelas Nina.
"Jika proses sudah selesai, maka menara pandang itu 100 persen milik Banjarbaru. Sekarang kan masih ngambang," tambahnya.
Namun, ia menjamin, pemko tidak lepas tanggung jawab begitu saja. Perawatan dan pemeliharaan menara itu tetap ditangani pihaknya. (mr-157/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi