"Kami mengelola dana infak yang dikeluarkan dalam bentuk program pemberdayaan UMKM, bentuknya berupa pasar," kata Kepala Kantor Lazismu Al Jihad, Syahriadi Ilmi, kemarin (30/1).
Pasar ini dibuka di Jalan Cempaka I, Banjarmasin Tengah. Saban Ahad pagi setelah kajian subuh dan hari Rabu setelah kajian khusus muslimah, dimulai pukul 09.30 Wita.
Agar manfaatnya terasa lebih luas, bukan hanya jemaah masjid, UMKM dari luar juga diberikan kesempatan.
"Dari 60 pedagang yang sudah terdaftar, 34 pedagang sudah berjualan," sebutnya. Konsepnya, seusai salat berjemaah, dibagikan voucher belanja sebesar Rp5 ribu.
"Sumber voucher ini berasal dari dana infak yang disalurkan jamaah, bukan dari zakat," tekannya.
Ada tiga manfaat dari program ini. Pertama, meringankan beban harga barang, membantu pedagang agar dagangannya lebih lekas laku, dan mempermudah jemaah yang hendak membantu UMKM.
"Tujuan lainnya, agar semakin banyak yang salat subuh berjemaah di sini," tegasnya.
Apakah ada kendala dalam menjalankan Pasar Jammur? Ilmi mengaku kewalahan menyiapkan lapak karena tingginya semangat pedagang.
Dia juga mengajak korporasi untuk terlibat. "Bagi perusahaan-perusahaan swasta yang punya CSR, bisa ikut membantu mengembangkan Pasar Jammur ini," tutup Ilmi. (gmp/at/fud) Editor : Arief