Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Fasilitas ini Bakal Dibangun di Wisata Hutan Pinus Banjarbaru

Arief • Senin, 6 Agustus 2018 | 10:44 WIB
fasilitas-ini-bakal-dibangun-di-wisata-hutan-pinus-banjarbaru
fasilitas-ini-bakal-dibangun-di-wisata-hutan-pinus-banjarbaru

BANJARBARU - Mendapat DAK (dana anggaran khusus) Rp1,49 Miliar dari Kementerian Pariwisata. Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Banjarbaru langsung melakukan perbaikan dan penambahan infrastruktur pembangunan di beberapa tempat wisata di Banjarbaru. Salah satunya, di hutan kota Pinus Mentaos Iakan dibangun fasilitas penunjang, yang sebelumnya belum ada di sana.


Hutan Kota Pinus Mentaos I yang sebelumnya hanya ada hiasan payung dan pohon Pinus yang rindang, sebulan mendatang akan ada bangunan baru yang berdiri. Dilengkapi toilet 10 pintu, satu panggung kesenian, delapan pusat makanan kuliner, satu pusat cenderamata, serta satu musala. "Sekarang dalam masa pembangunan. Akan rampung Oktober mendatang," ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Banjarbaru, Hidayaturahman, melalui Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Banjarbaru, Fathusysyar, Kamis (2/8) kemarin.


Menurut Fathusysyar, pembangunan fasilitas itu, agar Hutan Kota Pinus Mentaos I, lebih ramai lagi di kunjungi pengunjung. "Hutan Kota Pinus Mentaos I, daya tariknya hanya hamparan pohon Pinus. Tidak ada yang berjualan makanan dan minuman, bahkan tidak ada tempat untuk ibadah salat," jelasnya


Fathusysyar berharap, Hutan Kota Pinus Mentaos I nantinya akan lebih ramai dan menunjang pendapatan warga sekitar. Pembangunan tempat wisata, seperti Hutan Kota Pinus Mentaos I yang menggunakan anggaran DAK. Akan diawasi dan didampingi oleh Kejaksaan. Agar dana anggaran tersebut di gunakan sebagai mana mestinya. "DAK apabila tidak digunakan pada tahun ini akan di kembalikan ke Kementrian Pariwisata," jelas Fathusysyar.


Menurut Fathusysyar, bangunan yang dibangun, nantinya akan dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Pokdarwis berasal dari warga sekitar, yang mengelola tempat wisata. Berperan untuk menciptakan sapta pesona dan menggerakkan perekonomian kerakyatan. "Kami hanya membangun dan mengawasi. Untuk yang berjualan dan menjaga tempat yang baru dibangun, diserahkan kepada Pokdarwis. Dengan catatan, tidak ada pemungutan biaya masuk wisata, sama seperti dulu," ujar Fathusysyar.(mr-152/ij/ram)

Editor : Arief