Munculnya kotoran telinga merupakan cara alami tubuh untuk melindungi telinga dari masuknya kuman serta benda asing seperti debu yang berpotensi menginfeksi gendang telinga. Jika ternyata telinga bayi atau anak-anak mengeluarkan bau disertai cairan putih atau kuning, itu menjadi tanda bahwa telinga Si Kecil mengalami infeksi.
Dokter anak di Banjarmasin, Sulistiawati menjelaskan bahwa penyebab utama telinga anak bau adalah infeksi telinga bagian tengah atau otitis media. Kondisi ini terjadi karena adanya peradangan di telinga bagian tengah yang menyebabkan penumpukan cairan di belakang gendang telinga, dan kemudian menjadi terinfeksi. Infeksi telinga ini bisa disebabkan oleh bakteri atau virus.
Bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap infeksi telinga karena saluran eustachius mereka lebih kecil dan mudah tersumbat. Seiring pertumbuhan anak menjadi dewasa, saluran ini akan menjadi lebih besar, sehingga cairan bisa terkuras lebih mudah. "Adapun tanda lainnya dari gejala infeksi telinga pada bayi atau anak-anak bisa berupa hilangnya nafsu makan, sulit tidur, demam, munculnya rasa sakit di telinga, hingga kesulitan mendengar dan keseimbangan pada tubuh," ujarnya.
Lantas, bagaimana mengatasinya? Telinga anak bau bisa diatasi dengan pemberian antibiotik sesuai resep dokter. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk dikonsumsi selama 7 hingga 10 hari. Jika Si Kecil demam dan merasakan sakit di telinganya maka dokter akan meresepkan obat penghilang rasa sakit dan pereda demam seperti parasetamol, serta obat tetes telinga. "Penggunaan antibiotik harus dengan hati-hati dan sesuai anjuran dokter. Ini untuk mencegah perkembangan bakteri yang bisa menjadi kebal terhadap antibiotik. Terkadang, infeksi telinga tidak memerlukan pengobatan apapun dan bisa sembuh dengan sendirinya. Jika tidak ada perkembangan setelah dua hingga tiga hari, segera hubungi dokter," tuntasnya.(war/ma/dye)
Editor : Arief