Harjad ke-500 Banjarmasin Tanpa Pesta, Anggaran Event Balik ke TAPD

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:59 WIB
TRADISI: Jukung hias tanglong memeriahkan perayaan Harjad Kota Banjarmasin. Tahun ini, event tersebut ditiadakan sebagai bentuk empati atas rentetan musibah.
TRADISI: Jukung hias tanglong memeriahkan perayaan Harjad Kota Banjarmasin. Tahun ini, event tersebut ditiadakan sebagai bentuk empati atas rentetan musibah.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Perayaan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin tahun ini berlangsung tanpa sejumlah agenda hiburan. Enam event yang sebelumnya masuk dalam rangkaian kemeriahan lima abad Kota Banjarmasin resmi ditiadakan.

Keputusan tersebut diambil Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sebagai bentuk empati dan solidaritas di tengah sejumlah musibah yang terjadi.

Mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kualitas udara di Kalimantan Selatan, persoalan kekeringan dan ketersediaan air bersih, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menyisakan duka bagi keluarga korban.

Enam Event Resmi Dibatalkan

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil mengatakan enam kegiatan yang ditiadakan yakni Phoria Musik, Cangkurah, Banjarmasin International Ekraf Festival (BIEF), Festival Jukung Hias Tanglong, Banjarmasin Art Week (BAW), dan Festival Kuliner. Daftar pembatalan tersebut juga telah diberitakan sejumlah media lokal.

Menurut Ibnu, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.

“Hal ini baik diambil, karena lagi di masa berduka seperti ini, rasa empati perlu,” ujarnya, Jumat (21/9/2026).

Ibnu menegaskan Disbudporapar mendukung keputusan Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR untuk meniadakan kegiatan yang bersifat hiburan dan kemeriahan.

Keputusan tersebut sebelumnya telah disampaikan Wali Kota sebagai bagian dari upaya menunjukkan empati kepada masyarakat yang terdampak musibah.

Peserta Sudah Bersiap Sejak Jauh Hari

Pembatalan enam event tersebut tentu berdampak kepada peserta dan pihak yang telah mempersiapkan diri sejak jauh hari.

Berbagai persiapan sebelumnya telah dilakukan untuk menyambut rangkaian Harjad ke-500. Namun, kondisi duka akibat sejumlah musibah menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil keputusan.

Ibnu berharap masyarakat, terutama peserta kegiatan, dapat memahami kebijakan tersebut.

“Semuanya sebenarnya menginginkan momen Harjad ke-500 tahun ini dengan meriah. Tapi dengan kondisi yang ada ini, sangat tepat dengan statement yang disampaikan oleh Wali Kota Banjarmasin,” jelasnya.

Meski sejumlah agenda hiburan ditiadakan, peringatan lima abad Banjarmasin tetap memiliki rangkaian kegiatan lain yang tidak terdampak keputusan tersebut.

Anggaran Tak Dialihkan ke Kegiatan Lain

Bukan hanya acaranya yang dihentikan. Anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk enam event tersebut juga tidak dialihkan untuk kegiatan lain.

Ibnu memastikan anggaran kegiatan yang dibatalkan dikembalikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Dengan adanya pembatalan dan hal-hal sebagainya, anggaran tentunya kami kembalikan ke TAPD dan itu tidak digunakan untuk yang lain,” tegasnya.

Dengan kebijakan tersebut, perayaan Harjad ke-500 Banjarmasin tahun ini berjalan dalam suasana yang berbeda.

Momentum lima abad Kota Banjarmasin tetap diperingati, tetapi sejumlah kegiatan yang bernuansa hiburan dan kemeriahan ditiadakan sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.

 

Editor : Eddy Hardiyanto
TAPD banjarmasin harjad anggaran