Jembatan Banyiur Luar Diperbaiki Sementara, Pemko Banjarmasin Bakal Uji Ketahanannya

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:25 WIB
PONDASI: Jembatan Banyiur Luar diperbaiki sementara. Pemko Banjarmasin bakal uji ketahanannya. DPRD Banjarmasin meminta dipasang rambu larangan truk angkutan besar.
PONDASI: Jembatan Banyiur Luar diperbaiki sementara. Pemko Banjarmasin bakal uji ketahanannya. DPRD Banjarmasin meminta dipasang rambu larangan truk angkutan besar.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Jembatan Banyiur Luar untuk sementara sudah diperbaiki dan kini mendapat perhatian serius dari Pemko Banjarmasin. Pemerintah kota menyiapkan penanganan lebih permanen setelah kondisi dan ketahanan jembatan diuji.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR mengatakan, perbaikan sementara dilakukan untuk mengembalikan kondisi jembatan seperti semula. Selanjutnya, Pemko akan melakukan uji ketahanan sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Dilakukan dulu uji ketahanannya, kemudian dibuat perencanaannya kalau memang dibangun pada 2027,” ujar Yamin, Selasa (15/9/2026), usai rapat di DPRD Banjarmasin.

Uji Ketahanan Jadi Penentu

Menurut Yamin, rencana pembangunan permanen tidak hanya berkaitan dengan konstruksi jembatan. Pemko juga perlu menyiapkan lahan di sisi kiri dan kanan jembatan untuk mendukung peningkatan kapasitas.

Jika diperlukan, pembebasan lahan akan dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas. Pemko tidak ingin pembebasan lahan dilakukan tanpa kejelasan rencana pembangunan.

“Kalau pembebasan tidak ada rencana pembangunan, saya pikir tidak menjadi prioritas,” katanya.

Puluhan Jembatan Mulai Dipetakan

Tak hanya Jembatan Banyiur Luar, Yamin juga telah menginstruksikan instansi terkait mendata lebih detail seluruh jembatan dan titian di Kota Banjarmasin.

Langkah itu dinilai penting karena sebagian jembatan di Banjarmasin telah berusia puluhan tahun. Ada yang berumur 20, 30, bahkan hingga 50 tahun.

Kondisi setiap jembatan perlu dipetakan untuk mengetahui tingkat kelayakan sekaligus kebutuhan penanganannya.

“Jangan sampai terjadi kejadian yang membahayakan dan memakan korban. Ini harus ditata kembali,” tegasnya.

Dari hasil pendataan tersebut, Pemko nantinya dapat menentukan jembatan yang perlu diperbaiki, ditingkatkan kapasitasnya, atau dibangun kembali.

Rambu Batas Muatan Dinilai Penting

Yamin juga menyoroti pentingnya pemasangan rambu pada jembatan. Kapasitas dan batas muatan kendaraan harus dicantumkan secara jelas agar kendaraan yang melintas tidak melebihi kemampuan konstruksi.

Menurutnya, pendataan menjadi langkah awal untuk menentukan kebijakan. Dengan data yang lengkap, penanganan jembatan diharapkan tidak lagi dilakukan setelah terjadi kerusakan.

“Dengan demikian, penanganan jembatan tidak lagi bersifat reaktif setelah terjadi kerusakan, tetapi berdasarkan kondisi dan skala prioritas,” ujarnya.

DPRD Minta Truk Dilarang Melintas

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar meminta perbaikan Jembatan Banyiur Luar segera dituntaskan.

Menurutnya, kondisi jembatan harus dipastikan aman sebelum kembali digunakan masyarakat.

Selain perbaikan fisik, Ridho meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin memasang rambu larangan bagi truk maupun kendaraan angkutan besar melintas.

Langkah tersebut penting untuk mencegah kendaraan dengan beban berlebih kembali melewati jembatan dan memperparah kondisi konstruksi.

“Jembatan ini bukan untuk kendaraan angkutan berat. Rambu larangan harus dipasang supaya truk-truk besar tidak lagi melewati jembatan,” ujarnya.

Politisi muda Golkar itu menilai rambu larangan harus ditempatkan di titik yang mudah terlihat pengemudi, terutama sebelum memasuki akses jembatan.

Sosialisasi kepada pengemudi kendaraan angkutan besar juga dinilai perlu dilakukan. Menurutnya, perbaikan jembatan tidak boleh berhenti pada pembenahan fisik.

Pengawasan terhadap kendaraan yang melintas juga harus diperkuat agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi.

“Yang kita jaga jangan sampai jembatan ini kembali rusak atau bahkan ambruk. Karena itu, perbaikan dan pengaturan kendaraan harus berjalan bersamaan,” tutup Ridho.

Editor : Eddy Hardiyanto
Jembatan Banyiur Luar diperbaiki sementara Uji Ketahanan pemko banjarmasin