RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Asap masih menyelimuti Banjarmasin.
Di tengah kemarau panjang yang belum berakhir, kualitas udara di sejumlah kawasan kota masih terganggu kabut asap. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah untuk “mengejar” hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Upaya tersebut dilakukan untuk memancing turunnya hujan sekaligus membantu mengurangi dampak kabut asap yang masih dirasakan masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.
“Dibantu BMKG, BNPB dan BPBD Provinsi, kita akan lakukan OMC,” ujar Husni, Jumat (11/9/2026).
Sempat Tertunda karena Awan Tipis
Operasi tersebut sebelumnya sempat tertunda.
Penyebabnya, kondisi awan di sekitar wilayah yang menjadi sasaran masih terlalu tipis. Dalam kondisi seperti itu, penyemaian bahan garam dinilai tidak akan efektif.
“Karena awan masih tipis, kalau ditabur sia-sia. Namun sekarang awan mulai terlihat, sehingga OMC bisa dilakukan,” jelasnya.
Kini, persiapan operasi mulai dilakukan. Pesawat dan helikopter milik BNPB maupun BMKG telah disiapkan untuk mendukung penyemaian awan.
Termasuk bahan garam yang akan digunakan untuk membantu proses pembentukan hujan.
Pemko Banjarmasin berharap upaya tersebut segera membuahkan hasil. Hujan yang turun diharapkan tidak hanya mengakhiri penantian warga terhadap air hujan, tetapi juga membantu membersihkan udara dari kabut asap.
Berharap Hujan Turun, Asap Segera Hilang
Husni berharap hujan dapat segera turun di Banjarmasin.
Apalagi, sejumlah wilayah di Kalimantan mulai mendapatkan hujan setelah sebelumnya juga menghadapi kondisi kering dan kabut asap.
“Mudah-mudahan ada hasil dan berhasil. Kalimantan Barat sudah mulai hujan, Kalimantan Tengah juga sudah ditabur. Diharapkan dan berdoa di sini juga turun hujan,” tukasnya.
Harapan tersebut juga datang dari masyarakat.
Farhan, warga Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah, berharap OMC tidak sekadar menjadi upaya memancing hujan, tetapi benar-benar menghasilkan hujan yang mampu memperbaiki kondisi udara.
Menurutnya, kabut asap sudah cukup mengganggu aktivitas warga, terutama pada pagi dan malam hari.
“Mudah-mudahan berhasil kaya di kabupaten/kota tetangga. Asap seperti ini cukup mengganggu, terutama pagi dan malam. Semoga setelah hujan udara kembali bersih,” ujarnya.
Warga Menanti Hujan yang Benar-benar Membasahi
Bagi warga, hujan bukan sekadar fenomena cuaca yang ditunggu.
Di tengah kemarau dan kabut asap, hujan diharapkan menjadi jeda dari kondisi udara yang tidak nyaman sekaligus membantu membasahi wilayah yang terdampak kekeringan.
“Yang penting asap jangan terus seperti ini. Kami berharap hujan benar-benar turun dan kondisi udara membaik,” pungkasnya.
Kini, harapan warga tertuju pada langit Banjarmasin.
Setelah berhari-hari menunggu, mereka berharap operasi modifikasi cuaca benar-benar mampu mendatangkan hujan—dan membawa pergi asap yang belum juga hilang.
Editor : Eddy Hardiyanto