RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Lantunan salawat menggema di halaman Masjid Sultan Suriansyah, Jalan Kuin Utara, Banjarmasin Utara, Minggu (6/9/2026) pagi.
Sebanyak 500 peserta mengikuti Baayun Maulid dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Angka 500 sengaja dipilih menyesuaikan usia Kota Banjarmasin yang tahun ini genap lima abad. Pesertanya pun datang dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Di antara ratusan peserta, sosok Aluna Callista Maharani menjadi perhatian. Usianya baru 13 hari ketika dibawa keluarganya mengikuti tradisi Baayun Maulid.
Sementara peserta tertua adalah Norma, perempuan kelahiran 1938 yang kini berusia 88 tahun.
Baru 13 Hari, Aluna Sudah Ikut Baayun Maulid
Saat prosesi mahallul qiyam atau pembacaan Maulid dengan berdiri, Aluna berada dalam gendongan sang nenek, Berlian.
Prosesi tapung tawar untuk Aluna juga dilakukan oleh nenek dari pihak ayah.
Usia Aluna baru diketahui panitia ketika seluruh peserta diminta maju untuk menerima doorprize sebagai peserta termuda. Pada kesempatan yang sama, Norma juga dipanggil sebagai peserta tertua.
Bagi Berlian, membawa cucunya mengikuti Baayun Maulid bukan sekadar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Banjarmasin.
Tradisi tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarganya. Sebagai warga yang tinggal di sekitar Masjid Sultan Suriansyah, Berlian mengaku telah mengikuti Baayun Maulid sejak masih menjadi ibu hingga kini menjadi seorang nenek.
“Semoga panjang umur dan sehat. Untuk anak dan cucu saya, semoga murah rezeki dan panjang umur,” ujar Berlian.
Ia juga menyelipkan doa agar Aluna kelak menjadi anak yang bauntung batuah.
Didoakan Jadi Anak Bauntung Batuah
Bagi masyarakat Banjar, bauntung batuah bukan sekadar ungkapan.
Istilah tersebut mengandung harapan agar seseorang memperoleh keberuntungan, keberhasilan, keberkahan, sekaligus mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
“Supaya bauntung batuah, supaya tidak penangisan. Rezeki lancar seperti orang tuanya, diberi kemudahan,” kata Berlian.
Aluna merupakan anak pasangan Madan dan Fatimah (23). Adik Fatimah, Ahda (16) mengatakan Aluna merupakan cucu ketiga Berlian.
“Aluna ini cucu ketiga,” ucapnya.
Berlian tidak datang seorang diri. Sejumlah anggota keluarganya juga ikut dalam Baayun Maulid tersebut.
“Bukan hanya cucu, tapi sejumlah anggota keluarga. Karena orang sini, kita usahakan ikut,” katanya.
500 Peserta, Gratis Tanpa Dipungut Biaya
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil mengatakan, jumlah peserta Baayun Maulid memang ditetapkan sebanyak 500 orang sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
“Ini diikuti oleh 500 peserta. Jadi 500 peserta yang disiapkan oleh slot kepanitiaan,” ujarnya.
Peserta tidak dipungut biaya. Penentuan peserta dilakukan melalui koordinasi panitia masjid, perwakilan kecamatan, dan pihak terkait lainnya.
Menurut Sabil, Baayun Maulid memiliki nilai budaya yang kuat karena masih dipertahankan masyarakat Banjar secara turun-temurun.
Pemko Banjarmasin bahkan berencana mengoordinasikan tradisi tersebut dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar peluang Baayun Maulid masuk dalam kalender kegiatan berskala nasional dapat dibahas lebih lanjut.
Tradisi yang Memadukan Agama dan Budaya
Masjid Sultan Suriansyah memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam di Kalimantan Selatan.
Nilai sejarah tersebut membuat Baayun Maulid yang digelar di kawasan masjid tidak hanya dipandang sebagai kegiatan budaya tahunan.
Tradisi ini menjadi ruang bertemunya nilai keagamaan, sejarah, dan kebudayaan masyarakat Banjar yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Ini adalah bagian yang unik. Ini satu kebudayaan, kebudayaan dari turun-temurun,” kata Sabil.
Menurutnya, sejarah Masjid Sultan Suriansyah juga tidak terlepas dari perjalanan masuk dan berkembangnya Islam di Banua.
Karena itu, Baayun Maulid dinilai menjadi salah satu tradisi yang merepresentasikan kuatnya perpaduan antara nilai keagamaan dan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Banjar.
Editor : Eddy Hardiyanto