Tronton Angkut Kontainer Diduga Bikin Jembatan Banyiur Ambles, DPRD Banjarmasin Desak Dishub Lacak

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:52 WIB
TUNJUK: Truk tronton pembawa kontainer melintas di Jembatan Banyiur menyebabkan bagian konstruksi jembatan mengalami ambles. DPRD Banjarmasin minta Dishub melacaknya.
TUNJUK: Truk tronton pembawa kontainer melintas di Jembatan Banyiur menyebabkan bagian konstruksi jembatan mengalami ambles. DPRD Banjarmasin minta Dishub melacaknya.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Jembatan Banyiur di Kelurahan Basirih, Banjarmasin Selatan, mengalami ambles diduga setelah dilintasi truk tronton pembawa kontainer.

Kendaraan berat yang diduga melintas pada Rabu (2/9/2026) tersebut disinyalir membawa beban jauh di atas kapasitas jembatan. Kondisi itu membuat bagian konstruksi jembatan mengalami patahan.

DPRD Kota Banjarmasin pun mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) menelusuri identitas kendaraan tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan rekaman CCTV milik warga di sekitar lokasi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar mengatakan, informasi mengenai kondisi jembatan diterimanya dari media sosial dan laporan warga.

Menurutnya, Jembatan Banyiur merupakan akses warga yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat.

“Truk bermuatan besar yang seharusnya tidak melewati jembatan ini malah melintas. Akibatnya terjadi ambles pada bagian fondasi,” ujarnya saat sidak ke lokasi bersama Dishub dan Dinas PUPR Banjarmasin, Minggu (6/9/2026) pagi.

Dishub Diminta Lacak Tronton Lewat CCTV Warga

Ridho meminta Dishub tidak berhenti pada pemasangan rambu larangan kendaraan berat. Identitas tronton yang melintas juga harus ditelusuri.

Ia mendorong Dishub berkoordinasi dengan warga untuk mendapatkan rekaman CCTV yang dapat mengungkap kendaraan maupun waktu saat tronton melintas.

“Dishub bisa mencari identitas kendaraan tersebut melalui CCTV warga,” pintanya.

Politisi muda Partai Golkar itu menegaskan, Jembatan Banyiur bukan jalur untuk angkutan barang, apalagi kendaraan berat seperti truk tronton pembawa kontainer.

“Jembatan Banyiur bukan diperuntukkan bagi angkutan barang, terlebih kendaraan berat seperti truk tronton pembawa kontainer,” tegas Ridho.

Selain penindakan, Ridho meminta Dinas PUPR segera melakukan penanganan sementara agar jembatan kembali aman digunakan warga. Untuk pembangunan permanen, proses perencanaan dan penganggaran tetap diperlukan.

Dishub Siapkan Rambu dan Telusuri CCTV

Kasi Penanganan dan Dampak Lalu Lintas Dishub Banjarmasin, Nur Hayati mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti permintaan DPRD.

Selain menyiapkan rambu larangan kendaraan berat, Dishub akan berkoordinasi untuk menentukan titik pemasangan yang tepat.

“Kami akan koordinasi dengan pimpinan terkait rambu-rambu, termasuk titik pemasangannya. Kami juga akan melihat CCTV warga untuk mencari informasi kendaraan tersebut,” katanya.

Penelusuran CCTV diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai identitas tronton yang melintas dan menyebabkan kerusakan pada konstruksi jembatan.

Tronton Sempat Kesulitan Keluar dari Kawasan

Warga RT 43, Dharma, mengatakan tronton tersebut terlihat melintas pada Rabu sekitar pukul 12.00 Wita. Kendaraan kemudian sempat parkir di kawasan Ampera, RT 45.

Menurut Dharma, pengemudi kesulitan memutar kendaraan karena kondisi jalan yang sempit.

Tronton bahkan disebut sempat menginap satu malam sebelum akhirnya meninggalkan kawasan pada Jumat dini hari.

“Pengemudi kesulitan memutar karena jalannya sempit. Tronton sempat menginap satu malam, baru Jumat subuh bisa keluar,” ungkapnya.

Keterangan warga ini menjadi salah satu petunjuk yang dapat ditelusuri Dishub untuk mengidentifikasi kendaraan tersebut.

Kapasitas Jembatan Hanya 4-5 Ton

Sementara itu, Staf Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin Heri Firmansyah mengatakan, kondisi jembatan sudah dilaporkan kepada pimpinan.

Dari pengecekan awal, ditemukan bagian konstruksi yang mengalami patahan. Meski demikian, baut pada bagian tersebut masih ada.

“Kami bersama tim akan melihat penanganannya, apakah bisa ditambah gelagar dan dilakukan penguatan di bagian bawah,” ujarnya.

Heri menjelaskan, kapasitas Jembatan Banyiur hanya sekitar 4 hingga 5 ton. Sementara tronton pembawa kontainer yang melintas diperkirakan membawa beban sekitar 10 hingga 15 ton.

Artinya, beban kendaraan tersebut berpotensi mencapai dua hingga tiga kali lipat dari kemampuan jembatan.

“Sedangkan tronton yang melintas diperkirakan membawa beban 10 sampai 15 ton. Beban tersebut jauh melampaui kemampuan jembatan,” tutupnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Jembatan Banyiur Ambles banjarmasin truk tronton DPRD Banjarmasin Dinas Perhubungan (Dishub)