RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Akses warga di kawasan Mantuil, Banjarmasin Selatan, kembali terbuka setelah jembatan modular pengganti Jembatan Saka Harang resmi difungsikan, Rabu (2/9/2026) sore.
Namun, kendaraan yang melintas dibatasi maksimal 5 ton untuk menjaga keamanan dan ketahanan konstruksi penghubung sementara tersebut.
Jembatan mulai dapat dilalui sekitar pukul 18.00 Wita, setelah proses pemasangan dan penyelesaian bagian oprit rampung.
Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya mengatakan, pemasangan dilakukan oleh tim Denzipur sejak Senin pagi, menyusul ambruknya Jembatan Saka Harang pada Minggu (30/8/2026) lalu.
“Alhamdulillah, setelah tim Denzipur bekerja dari Senin pagi, sebenarnya kemarin pagi sudah selesai. Tapi dari sisi oprit sebelah sana belum selesai,” ujarnya.
Penyelesaian kemudian dilanjutkan tim Dinas PUPR Banjarmasin dengan melakukan perataan dan pelandaian oprit.
“Sudah difinishing siang ini, kemudian diselesaikan oleh tim dari PUPR untuk melandaikan opritnya. Jadi saat ini sudah dapat dilewati oleh masyarakat,” katanya.
Chandra menegaskan kendaraan roda dua dan roda empat dapat melintas, dengan batas maksimal muatan 5 ton.
“Peruntukannya maksimal 5 ton. Artinya di sini akan ada pembatasan pengangkutan,” jelasnya.
Kendaraan seperti truk engkel pembawa logistik masih diperbolehkan melintas selama tidak melebihi ketentuan tersebut.
Untuk mengantisipasi kendaraan bertonase besar, PUPR akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang rambu pembatasan.
“Jika ada yang tidak mematuhi, akan ada penindakan dari tim Dishub dan Satlantas,” katanya.
Penghubung sementara itu direncanakan digunakan sekitar enam bulan sambil menunggu pembangunan permanen yang ditargetkan masuk penanganan pada 2027.
Pembukaan akses disambut lega warga sekitar. Salah seorang warga Jalan Tembus Mantuil, Mahdalena, mengaku selama akses terputus warga harus mengambil jalur memutar dengan waktu tempuh lebih lama. “Setengah jam, 30 sampai 40 menit makan waktunya. Lama juga,” ujarnya.
Setelah akses kembali dibuka, ia berharap pembangunan permanen dapat segera direalisasikan.
“Senang sekali. Bisa lewat lagi. Semoga cepat diperbaiki jembatannya,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang mewakili Wali Kota Muhammad Yamin HR, mengingatkan masyarakat untuk mematuhi batas kapasitas yang telah ditetapkan.
“Kalau memang harus ada muatan di dalam mobil atau di dalam truk, tolong jangan melebihi 5 ton, karena itu akan memperpendek usia jembatan ini sendiri,” tegasnya.
Ia berharap akses tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga aktivitas masyarakat Mantuil dan sekitarnya kembali berjalan normal.
Tezar menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Denzipur 8/GM Kodam XXII/Tambun Bungai, yang membantu percepatan pemulihan akses.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Mathari, turut mengapresiasi respons cepat pemerintah bersama unsur Forkopimda.
Meski demikian, ia meminta pengawasan terhadap kendaraan yang melintas benar-benar diperketat.
“Ini harus diantisipasi dan hati-hati. Jangan sampai kemudian ada dump truck lewat dengan tonase besar,” katanya.
Menurut Mathari, akses tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan Mantuil.
“Ini jantung masyarakat Mantuil. Ketika tidak dibuka dan belum bisa dimanfaatkan, dampaknya luar biasa,” pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby