Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DPRD Banjarmasin Dorong Wisata Religi, Sungai dan Kuliner Terintegrasi

Endang Syarifuddin • Jumat, 17 Juli 2026 | 14:49 WIB
RELIGI: Makam KH Ahmad Zuhdiannoor di belakang kawasan Masjid Jami Banjarmasin salah satu wisata religi yang ada di Banjarmasin.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
RELIGI: Makam KH Ahmad Zuhdiannoor di belakang kawasan Masjid Jami Banjarmasin salah satu wisata religi yang ada di Banjarmasin.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – DPRD Kota Banjarmasin mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui konsep wisata terpadu yang menggabungkan destinasi religi, wisata sungai, dan kuliner khas Banjar.

Konsep ini dinilai mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fahruri mengatakan, Banjarmasin memiliki modal yang cukup lengkap untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.

Potensi tersebut mulai dari makam ulama karismatik, masjid bersejarah, wisata sungai hingga ragam kuliner khas Banjar.

"Kalau semua potensi ini dikemas dalam satu paket wisata, tentu akan jauh lebih menarik bagi wisatawan. Tinggal bagaimana didukung infrastruktur yang saling terhubung," ujarnya saat bertemu warga di Kelurahan Antasan Kecil Timur, Jumat (17/7/2026).

Menurut Rikval, kawasan tersebut memiliki potensi besar karena menjadi lokasi makam almarhum KH Ahmad Zuhdiannoor yang setiap hari didatangi peziarah dari berbagai daerah. Di kawasan tersebut juga terdapat Masjid Jami Banjarmasin yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Tak jauh dari kawasan tersebut, di Jalan Kuin terdapat situs peninggalan Kesultanan Banjar, Sungai Martapura sebagai ikon Kota Banjarmasin, hingga kuliner khas seperti Soto Banjar dan aneka kue tradisional dapat menjadi satu rangkaian perjalanan wisata.

Namun, menurutnya, konsep tersebut harus didukung sistem transportasi publik yang terintegrasi antara jalur darat dan sungai agar wisatawan lebih mudah berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.

"Kami di DPRD akan terus mendorong agar pengembangan infrastruktur transportasi ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Tujuannya agar wisatawan merasa nyaman dan bisa tinggal lebih lama di Banjarmasin," katanya.

Ia menargetkan lama kunjungan wisatawan bisa meningkat dari sekadar singgah menjadi tiga hingga lima hari. Dampaknya diyakini akan dirasakan pelaku usaha kecil, pedagang kuliner, jasa transportasi, hingga pengelola objek wisata.

Sementara itu, warga Antasan Kecil Timur, Ahmad Juhriansyah menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kawasan makam Guru Zuhdi sudah lama menjadi tujuan ribuan peziarah, namun fasilitas penunjang dan konektivitas menuju lokasi wisata lain masih perlu ditingkatkan.

"Kalau peziarah selesai ziarah lalu diajak naik susur sungai dan menikmati kuliner Banjar, tentu lebih menarik. Yang penting aksesnya mudah dan fasilitasnya nyaman," ujarnya.

Senada, warga lainnya, Yusrin, berharap pengembangan wisata terpadu juga memberi ruang bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata.

"Kami berharap bukan hanya tempat wisatanya yang dibangun, tetapi pedagang kecil juga diberi kesempatan. Kalau wisatawan ramai dan tinggal lebih lama, otomatis usaha masyarakat ikut berkembang," katanya.

Editor : Sutrisno
Wisata Religi banjarmasin