Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hotspot Mulai Bermunculan, Banjarmasin Siapkan Posko Karhutla

Endang Syarifuddin • Jumat, 17 Juli 2026 | 12:41 WIB
Kawasan lahan di Basirih Selatan yang menjadi salah satu titik rawan kebakaran disiapkan sebagai lokasi Posko Siaga Karhutla untuk mempercepat penanganan saat musim kemarau. (Foto: Hanafi untuk Radar Banjarmasin)
Kawasan lahan di Basirih Selatan yang menjadi salah satu titik rawan kebakaran disiapkan sebagai lokasi Posko Siaga Karhutla untuk mempercepat penanganan saat musim kemarau. (Foto: Hanafi untuk Radar Banjarmasin)

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghantui Banjarmasin. Menyusul meningkatnya titik panas di Kalimantan Selatan, pemerintah menyiapkan posko siaga di Kelurahan Basirih Selatan sebagai langkah antisipasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Tambrin, mengatakan Basirih Selatan dipilih karena memiliki kawasan rawan kebakaran lahan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar.

"Lokasinya direncanakan di depan Rumah Singgah agar lebih mudah menjangkau titik-titik rawan apabila terjadi kebakaran," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Posko tersebut nantinya melibatkan personel gabungan BPBD Provinsi Kalsel dan BPBD Kota Banjarmasin. Selain itu, relawan kebencanaan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas juga akan bergabung dalam pengamanan serta penanganan karhutla di bawah koordinasi BPBD Provinsi.

Menurutnya, rencana pendirian posko sudah dilaporkan kepada Wali Kota Banjarmasin dan telah mendapat persetujuan. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih ekstrem tahun ini.

Meski demikian, operasional posko masih menunggu hasil rapat lanjutan setelah Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel kembali dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam rapat tersebut juga akan dibahas permohonan bantuan water bombing menggunakan helikopter untuk mengantisipasi kebakaran di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Setelah rapat selesai dan ada keputusan, baru posko diaktifkan. Jadwal operasionalnya masih menunggu arahan dari provinsi," katanya.

BPBD Kota Banjarmasin juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan yang dipenuhi rumput kering.

Ia mengungkapkan, pengalaman pada 2023 menjadi pelajaran penting. Saat itu terjadi 41 titik kebakaran yang sebagian besar dipicu kelalaian masyarakat saat membakar sampah hingga api merambat ke lahan kering.

"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar kebakaran tidak berkembang dan menimbulkan kabut asap," ujarnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah, meminta kesiapsiagaan menghadapi karhutla ditingkatkan selama puncak musim kemarau Juli–Agustus. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan titik sumber air dan penampungan air di kawasan rawan agar pemadaman bisa dilakukan lebih cepat.

Politisi PKS ini juga mendorong pemadaman terpadu yang melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat, disertai pemantauan rutin untuk mendeteksi titik api sejak dini.

"Kami mendukung pendirian Posko Siaga Karhutla, tetapi personel dan peralatannya harus benar-benar siap. Yang tak kalah penting, masyarakat harus ikut berperan mencegah munculnya hotspot dan segera melaporkannya jika ditemukan," tegas Aliansyah.

Editor : Arif Subekti
menghadapi ancaman rencana pendirian posko karhutla banjarmasin