Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Antisipasi Krisis Air Bersih, BPBD Banjarbaru Sebar Belasan Tandon

Sheilla Farazela • Senin, 13 Juli 2026 | 14:37 WIB
SIAGAKAN: BPBD Banjarbaru turun tangan distribusikan bantuan dan siagakan 12 tandon air berkapasitas 2.000 liter. (HARUN UNTUK RADAR BANJARMASIN)
SIAGAKAN: BPBD Banjarbaru turun tangan distribusikan bantuan dan siagakan 12 tandon air berkapasitas 2.000 liter. (HARUN UNTUK RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Musim kemarau kembali memicu krisis air bersih di kawasan Kota Banjarbaru khususnya di Tambak Buluh.

Keringnya sumber air permukaan dan sumur bor membuat warga setempat tak punya pilihan selain bergantung pada pasokan bantuan air dari pemerintah daerah.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru langsung bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun, menyatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan awal dan menyiapkan belasan tandon tambahan untuk menghadapi potensi eskalasi kekeringan.

"BPBD sudah melakukan distribusi air bersih sebanyak satu tandon di Tambak Buluh. Saat ini kami juga menyiagakan 12 tandon berkapasitas 2.000 liter untuk dibagikan jika ada yang memerlukan," ujar Harun, Senin (13/7).

Menurut Harun, Tambak Buluh memang menjadi wilayah yang paling sering mengajukan permohonan bantuan setiap musim kemarau tiba. 

Terbatasnya sumber air bawah tanah membuat sumur-sumur bor warga dengan cepat mengering.

Sejauh ini, BPBD mencatat telah menerima dua permohonan bantuan air bersih dari masyarakat. 

Seluruh permintaan tersebut langsung dieksekusi melalui kolaborasi lintas instansi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). 

 "Semuanya telah ditindaklanjuti bekerja sama dengan BBWS Provinsi," tambahnya.

Terkait kualitas pasokan, Harun memaparkan bahwa air yang didistribusikan kepada warga diambil dari fasilitas hydrant. 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa untuk urusan pengujian kualitas kelayakan air di laboratorium bukan merupakan kewenangan instansinya.

 "Air berasal dari hydrant. Untuk uji laboratorium bukan menjadi domain BPBD," jelasnya.

Lebih lanjut, BPBD Banjarbaru selaku leading sector penanggulangan bencana mengimbau masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk segera melapor. 

Warga cukup menghubungi Call Center Layanan Darurat 112 dengan menyebutkan identitas, domisili, serta titik lokasi sasaran bantuan.

Dengan sinergi lintas sektoral, Harun berharap penanganan dampak kemarau dan penyediaan pasokan air bersih bagi warga Kota Banjarbaru dapat berjalan cepat, komprehensif, dan tepat sasaran.

Editor : Sutrisno
#krisis air #banjarbaru