RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Kabel listrik dan fiber optik yang semrawut kembali menjadi keluhan warga Kota Banjarmasin. Kondisi kabel yang menjuntai rendah dinilai membahayakan pengguna jalan, bahkan disebut sudah memakan korban.
Keluhan itu disampaikan Hadi, warga Gang Laila, RT 10 Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kepada anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia, Senin (15/7/3026).
Menurut Hadi, kabel fiber optik maupun kabel listrik di sejumlah titik sudah lama dibiarkan tanpa penataan. Beberapa bahkan menggantung rendah hingga mudah dijangkau anak-anak.
"Keluhan kami adalah kabel fiber optik yang sangat semrawut. Selain itu ada kabel listrik yang menjuntai di belakang SD Murung Raya 1 dan di Jalan Malang 2. Kabelnya sangat rendah sehingga bisa dijangkau anak-anak. Kondisi ini sangat berbahaya," ujarnya.
Ia mengaku insiden akibat kabel tersebut bukan sekadar kekhawatiran. Salah satu anggota keluarganya bahkan pernah menjadi korban.
"Yang pernah mengenai orang itu kabel optik cucu saya sendiri saat melintas di lokasi," ceritanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Hilyah Aulia mengaku persoalan kabel semrawut menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga dalam kegiatan resesnya.
"Kabel-kabel PLN yang semrawut ini menjadi keluhan utama masyarakat. Bahkan ada anak-anak yang mengalami kecelakaan karena terkena kabel tersebut. Ini tentu menjadi perhatian serius," ujarnya.
Politisi PKB ini menegaskan akan membawa persoalan tersebut ke Komisi III DPRD Kota Banjarmasin agar segera dikoordinasikan dengan PLN. Ia berharap penataan dapat dilakukan secepatnya demi mencegah kejadian serupa.
"Saya berharap PLN segera membenahi kabel-kabel yang menjuntai karena sangat membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak," katanya.
Tak hanya kabel listrik, Hilyah juga meminta seluruh penyedia layanan internet ikut bertanggung jawab menata jaringan fiber optik yang dipasang tidak beraturan.
"Kabel-kabel Wi-Fi juga sangat semrawut. Operatornya banyak sehingga perlu penataan bersama. Saya berharap seluruh provider segera merapikan jaringan kabelnya agar tidak mengganggu keindahan kota dan tidak membahayakan masyarakat," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Hilyah mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarmasin untuk mendorong penataan kabel milik provider internet agar lebih tertib dan aman.
"Persoalan ini akan kami sampaikan kepada PLN melalui Komisi III. Untuk kabel provider juga akan kami koordinasikan dengan Diskominfo agar ada langkah penataan bersama," pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby