Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Karhutla Berdampak, Banjarmasin Mulai Diselimuti Asap

Endang Syarifuddin • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:01 WIB
Kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti kota Banjarmasin.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
Kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti kota Banjarmasin.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah mulai menyelimuti Kota Banjarmasin. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin meningkatkan kewaspadaan dan meminta masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR mengatakan, meski sumber asap bukan berasal dari wilayah Kota Banjarmasin, dampaknya tetap dirasakan masyarakat melalui menurunnya kualitas udara.

"Masyarakat kami imbau meningkatkan kewaspadaan. Walaupun sumber asap bukan berasal dari kota kita, dampaknya tetap dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Politisi Golkar ini meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Imbauan itu terutama ditujukan kepada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Selain membatasi aktivitas, warga juga diminta menggunakan masker saat berada di luar rumah serta memperbanyak konsumsi air putih agar kondisi tubuh tetap terjaga.

Apabila mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata, maupun gangguan kesehatan lainnya yang diduga dipicu paparan asap, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemko Banjarmasin menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes), BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk terus memantau perkembangan kualitas udara sekaligus menyiapkan langkah antisipasi sesuai tugas masing-masing. Informasi perkembangan kondisi udara juga diminta disampaikan secara berkala kepada masyarakat.

Di sisi lain, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin ini kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memperburuk kondisi kabut asap. Menurutnya, menjaga kualitas lingkungan menjadi tanggung jawab bersama selama musim kemarau berlangsung.

"Semoga kondisi ini segera membaik. Mari kita tetap menjaga kesehatan dan saling mengingatkan selama kabut asap masih terjadi," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Aliansyah meminta Pemko bergerak cepat memberikan informasi resmi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kepanikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan.

"Pemko harus segera menyampaikan informasi secara resmi kepada masyarakat, baik melalui media maupun Dinkes. Masyarakat, terutama ibu hamil, balita, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya, harus diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujarnya.

Menurut politisi PKS ini, upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan imbauan. Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah konkret untuk melindungi masyarakat apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.

"Pembagian masker kepada masyarakat harus segera dilakukan. Jika kondisi semakin parah, pemerintah juga perlu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengupayakan hujan buatan sebagai salah satu langkah mitigasi," tegasnya.

Ia berharap seluruh instansi terkait dapat bergerak cepat sehingga dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat ditekan, terutama bagi kelompok rentan.

Editor : Arif Subekti
#karhutla #Terdampak #asap #banjarmasin