RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada tahun depan. Sasaran tersebut menjadi pijakan utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.
Target itu sudah ditegaskan dalam dokumen Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.
“Kemarin (Selasa) sudah diparipurnakan bersama jajaran DPRD Kota Banjarbaru. Target pertumbuhan ekonomi 7 persen akan menjadi arah seluruh program dan penganggaran APBD 2027," ungkap Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, Rabu (8/7).
Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Banjarbaru sendiri telah mencapai 6,88 persen, yang merupakan angka tertinggi di Provinsi Kalsel. Capaian ini melanjutkan tren positif dari tahun 2025 yang tumbuh sebesar 6,49 persen dengan PDRB per kapita mencapai Rp55,62 juta
Selain pertumbuhan ekonomi, Lisa menyampaikan, Pemko Banjarbaru juga menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 3,24 persen, tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,73 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 82,71, serta rasio gini berada pada angka 0,25.
"Kami ingin pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan penurunan kemiskinan, berkurangnya pengangguran, dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat," katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemko Banjarbaru memproyeksikan belanja daerah 2027 sebesar Rp1,326 triliun. Anggaran itu terdiri atas belanja operasi Rp1,119 triliun, belanja modal Rp197,78 miliar, serta belanja tidak terduga dan belanja transfer masing-masing Rp5 miliar.
Sementara itu, pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp1,156 triliun. Yakni, bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp447,88 miliar dan dana transfer Rp708,73 miliar.
Dengan proyeksi tersebut, APBD 2027 diperkirakan mengalami defisit sekitar Rp170,3 miliar. Defisit itu direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun-tahun sebelumnya, sehingga pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief