RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Pengelolaan air limbah domestik di Kota Banjarmasin terus diperkuat. Kali ini Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) memperluas kerja sama dengan menggandeng sejumlah fasilitas kesehatan dan lembaga pendidikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Direktur Perumda PALD Kota Banjarmasin, Endani, mengatakan seluruh sektor yang menghasilkan air limbah domestik menjadi target pelayanan PALD. Tidak hanya fasilitas kesehatan dan pendidikan, tetapi juga sektor perhotelan, restoran, kafe, hingga usaha perdagangan.
"Kalau target, saya pikir semuanya yang selama mereka mengeluarkan air limbah domestik. Itu target kami. Terkait Horeca maupun niaga juga menjadi sasaran," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Mitra baru yang digandeng PALD adalah Klinik Pratama Bunda Ruth A.S, Klinik dr. Bakti Satriyawan, A.R Klinik, MAP Klinik, SPPG Pemurus Dalam 04, serta SPPG Banjarmasin Barat Telawang.
Menurutnya Endani, pengawasan terhadap pengelolaan limbah tidak akan dilakukan sendiri. PALD akan berkolaborasi dengan instansi terkait, termasuk penegak peraturan daerah dan dinas yang membidangi lingkungan hidup, sehingga kepatuhan para pelaku usaha maupun instansi dapat diawasi secara berkala.
Menurutnya langkah tersebut juga menjadi bagian dari pemenuhan regulasi lingkungan, termasuk standar pengelolaan limbah yang menjadi salah satu indikator dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper).
"Sudah berjalan. Sekarang sudah ada 136 PKS yang kami lakukan," katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra dari Fraksi PKS, mengapresiasi langkah PALD yang terus memperluas kemitraan pengelolaan air limbah. Menurutnya, semakin banyak sektor yang terlibat, semakin besar peluang menekan pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Semakin banyak sektor yang terlibat, semakin besar pula peluang menekan pencemaran akibat limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik," ujarnya.
Meski demikian, politisi PKS ini mengingatkan agar perluasan kerja sama tidak hanya mengejar jumlah mitra. Peningkatan kapasitas layanan dan pengawasan harus berjalan seiring agar program benar-benar memberi dampak nyata.
Pengawasan secara berkelanjutan juga sangat diperlukan agar seluruh mitra mematuhi aturan pengelolaan air limbah. Sehingga pencemaran lingkungan dapat ditekan dan kualitas ekosistem perairan di Kota Banjarmasin tetap terjaga.
"Kami berharap perluasan kerja sama ini dibarengi dengan peningkatan kapasitas pelayanan, pengawasan yang konsisten, serta target yang terukur. Jangan sampai PKS hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi implementasinya harus benar-benar berjalan di lapangan," tandas Hendra.
Editor : M Oscar Fraby