Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Karhutla Mulai Mengancam Banjarbaru, Sudah 25 Hektare Lahan Terbakar

M Fadlan Zakiri • Senin, 6 Juli 2026 | 17:02 WIB
MEMADAMKAN: Petugas BPBD Kota Banjarbaru memadamkan api karhutla di kawasan rawa Kecamatan Landasan Ulin Selatan, Senin (6/7) sore. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
MEMADAMKAN: Petugas BPBD Kota Banjarbaru memadamkan api karhutla di kawasan rawa Kecamatan Landasan Ulin Selatan, Senin (6/7) sore. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam Kota Banjarbaru. Tercatat, sudah 25 hektare lahan di wilayah ini terbakar sejak awal musim kemarau 2026. 

Data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat, luasan lahan terbakar terbesar berada di Kecamatan Cempaka. 

Meski jumlah kejadian belum mengalami peningkatan signifikan, BPBD meningkatkan kesiapsiagaan karena musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang sehingga berpotensi meningkatkan risiko karhutla.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kota Banjarbaru Harun Arrasyid mengatakan, hingga saat ini tren karhutla di Banjarbaru masih relatif sama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

"Dari data yang kami himpun, kurang lebih 25 hektare lahan sudah terbakar, dengan luasan paling besar berada di daerah Cempaka," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (6/7).

Menurut Harun, cuaca panas yang diperkirakan berlangsung lebih lama membuat potensi kebakaran tetap harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

“Hingga kini, jumlah kejadian karhutla masih cenderung datar, meski demikian kami tetap memperkuat langkah mitigasi dengan meningkatkan piket personel, serta mempererat koordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kebakaran,” jelasnya.  

Selain itu, penetapan status karhutla di Kota Banjarbaru masih menunggu hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menyamakan langkah penanganan dengan pemerintah daerah lain di Kalimantan Selatan. 

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau.

"Jangan membakar lahan apa pun alasannya. Angin yang cukup deras membuat arah api sulit diprediksi," tegas Harun.

Ia mengimbau pemilik maupun pengelola lahan memanfaatkan metode pengolahan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan agar risiko karhutla di Banjarbaru dapat ditekan selama musim kemarau berlangsung.

"Jangan membakar lahan dalam kondisi apa pun. Pencegahan jauh lebih penting agar kebakaran tidak meluas dan membahayakan masyarakat,” pungkasnya. 

 
Editor : Sutrisno
#karhutla #banjarbaru