RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Pemadaman listrik yang terjadi sejak Rabu (1/6/2026) berdampak pada pelayanan di Puskesmas Teluk Dalam. Meski pelayanan kesehatan tetap berjalan, berbagai layanan administrasi terpaksa tersendat karena perangkat komputer dan printer tidak dapat digunakan.
Kepala Puskesmas Teluk Dalam, Ris Muhammad Abrar, mengatakan pelayanan kepada pasien masih dilakukan semampunya. Namun, sejumlah dokumen yang harus dicetak tidak bisa diterbitkan selama listrik padam.
"Pelayanan masih berjalan, tetapi tidak maksimal. Yang paling terdampak adalah pelayanan administrasi karena kami tidak bisa mencetak surat rujukan maupun berbagai surat keterangan," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat. Terlebih saat ini banyak warga yang mengurus surat keterangan sehat untuk keperluan sekolah maupun administrasi lainnya.
Surat keterangan sehat, surat rujukan, surat keterangan buta warna, surat bebas narkoba, hingga dokumen pemeriksaan kesehatan dan pelayanan pemeriksaan gigi ikut terdampak akibat padamnya listrik.
"Kondisi normal pelayanan imunisasi di Puskesmas Teluk Dalam melayani sekitar 30 hingga 60 orang setiap hari, kalau tahun ajaran baru sampai ratusan lebih," ujarnya.
Tak hanya pelayanan administrasi, ruang penyimpanan vaksin juga menjadi perhatian serius. Pasalnya, suhu penyimpanan vaksin harus tetap stabil agar kualitasnya tetap terjaga.
"Kalau listrik padam terlalu lama berisiko terhadap kualitas vaksin. Kalau terjadi ya terpaksa memindahkan sebagian vaksin ke rumah petugas yang tidak padam," imbuhnya.
Ironisnya, Puskesmas Teluk Dalam sebenarnya memiliki genset. Namun, alat tersebut dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat difungsikan sebagai sumber listrik cadangan.
Abrar menilai ke depan puskesmas perlu dilengkapi sumber daya listrik alternatif yang lebih praktis, seperti power station, agar pelayanan tidak terganggu saat terjadi pemadaman.
Sementara itu, Bidan Penanggung Jawab Imunisasi Puskesmas Teluk Dalam, Eny Yuniarti, mengungkapkan saat ini stok vaksin yang tersimpan cukup banyak karena persiapan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Stok vaksin HPV sekitar 650 vial. Kalau ditambah vaksin campak dan jenis lainnya, jumlahnya bisa lebih dari seribu vial," ujarnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Rudy Heriyadi, menyayangkan pemadaman listrik yang berdampak pada terganggunya pelayanan publik di Puskesmas Teluk Dalam. Menurutnya, fasilitas kesehatan merupakan layanan dasar yang seharusnya menjadi prioritas agar tidak terdampak pemadaman.
"Kami meminta PLN memberikan perhatian khusus terhadap objek-objek pelayanan publik seperti puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas vital lainnya. Kalau memang harus ada pemadaman karena pemeliharaan jaringan, sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang dan koordinasi lebih awal agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," ujarnya.
Politisi Golkar ini mengatakan, Komisi II DPRD Kota Banjarmasin akan meminta penjelasan dari PLN terkait penyebab pemadaman serta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali menghambat pelayanan kesehatan.
"Masyarakat datang ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, bukan malah tertunda karena listrik padam. Kami berharap PLN dapat mengevaluasi sistemnya, meningkatkan keandalan pasokan listrik, terutama untuk fasilitas pelayanan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat luas," tandas Rudy.
Editor : M Oscar Fraby