Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalan Rusak di Sungai Besar Banjarbaru Akhirnya Diperbaiki

M Fadlan Zakiri • Jumat, 19 Juni 2026 | 16:10 WIB
DITAMBAL: Kondisi Jalan Kelapa Sawit RT 001 RW 001, Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru Selatan, usai diperbaiki. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
DITAMBAL: Kondisi Jalan Kelapa Sawit RT 001 RW 001, Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru Selatan, usai diperbaiki. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Jalan Kelapa Sawit RT 001 RW 001, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, yang sebelumnya dipenuhi sejumlah titik kerusakan kini kembali mulus dan aman dilalui.

Perbaikan dilakukan oleh pihak perusahaan supplier solar industri yang armadanya sering melewati jalan tersebut.

Itu setelah mereka menerima keluhan warga yang merasa terganggu dengan kondisi jalan tersebut.

Perbaikan bahkan rampung hanya dalam waktu lima hari sejak usulan disampaikan Kelurahan Sungai Besar pada 12 Juni 2026. 
Kondisi jalan yang sebelumnya berlubang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan kini sudah dapat digunakan dengan lebih nyaman.

Lurah Sungai Besar Aninda Risa Destiana menjelaskan, bahwa Jalan Kelapa Sawit merupakan salah satu akses penting bagi warga setempat.

Selain menghubungkan kawasan permukiman, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur mobilitas kendaraan yang beraktivitas di lingkungan sekitar.

Sebelum diperbaiki, warga mengeluhkan sejumlah lubang yang muncul di badan jalan.

Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kerusakan itu juga dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari maupun ketika hujan turun.

Keluhan masyarakat itulah, kata Aninda, menjadi dasar pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang memiliki aktivitas usaha di kawasan tersebut.

Menurut dia, kendaraan perusahaan juga rutin melintasi ruas jalan yang sama sehingga keberatan warga diteruskan kepada pihak perusahaan untuk ditindaklanjuti.

"Karena lokasi usaha mereka berada di lingkungan itu dan aktivitas kendaraan mereka juga sering melewati jalan tersebut. Jadi ada komplain dari warga yang kemudian kami teruskan kepada perusahaan," ujarnya.

Aninda menegaskan, dalam proses tersebut tidak ada mekanisme pengajuan proposal bantuan. Kelurahan hanya menyampaikan surat keberatan dari masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak.

"Jadi kami tidak meminta keterlibatan perusahaan dalam bentuk proposal dan sebagainya. Hanya menyampaikan surat keberatan dari warga, lalu langsung ditindaklanjuti," katanya.

Respons positif kemudian datang dari perusahaan yang memutuskan membantu perbaikan melalui program CSR perusahaan.

Usulan yang disampaikan pada Jumat, 12 Juni 2026, berhasil ditindaklanjuti hingga pekerjaan selesai pada Rabu, 17 Juni 2026.

"Alhamdulillah, respons yang diberikan sangat positif sehingga perbaikan dapat segera dilaksanakan dan selesai dalam waktu relatif singkat," ungkap Aninda.

Kurangi Risiko Kecelakaan

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan lingkungan menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang mampu mempercepat penyelesaian persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

Perbaikan jalan yang telah selesai dilaksanakan kini memberikan manfaat langsung bagi warga.

Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, kondisi ruas yang lebih baik juga memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di lingkungan sekitar.

Aninda menyampaikan apresiasi kepada perusahaan atas kontribusi yang diberikan dalam mendukung pembangunan lingkungan.
"Semoga sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat seperti ini terus terjalin," ujarnya.

Jadi Contoh Kolaborasi Penyelesaian Masalah Lingkungan

Camat Banjarbaru Selatan M Firmansyah turut mengapresiasi langkah cepat seluruh pihak dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurut dia, perbaikan Jalan Kelapa Sawit menjadi contoh bagaimana keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi yang efektif antara pemerintah, warga, dan sektor swasta.

"Ketika komunikasi berjalan efektif dan semua pihak memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan, maka persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera ditangani," katanya.

Firmansyah menambahkan, arahan Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby agar camat dan lurah responsif terhadap setiap laporan masyarakat menjadi landasan dalam membangun pelayanan publik yang lebih cepat dan solutif.

"Perbaikan jalan ini membuktikan bahwa laporan masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui koordinasi dan kerja sama lintas pihak. Model kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," tegasnya.

Editor : Sutrisno
#banjarbaru #Jalan Rusak