Sempat Mandek Dua Hari karena Dana Pusat Telat, Dapur MBG Syamsudin Noor Banjarbaru Kembali Beroperasi
Sheilla Farazela• Jumat, 12 Juni 2026 | 16:38 WIB
SEMPAT MANDEK: Penyaluran MBG di SPPG Syamsudin Noor 1 Banjarbaru sempat mandek selama dua hari. (Sheilla Farazela/ Radar Banjarmasin)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarbaru sempat diwarnai kendala. Akibat keterlambatan pencairan dana operasional dari pemerintah pusat, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Syamsudin Noor 1 terpaksa menghentikan distribusi makanan kepada ribuan penerima manfaat selama dua hari, yakni pada Senin (8/6) dan Selasa (9/6) lalu.
Meski demikian, dapur yang berlokasi di Jalan Sempati Perumnas Asabri, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin itu dipastikan sudah kembali beroperasi normal sejak Rabu (10/6) tadi.
Kepala SPPG Syamsudin Noor 1, M. Airlangga Pradana, membenarkan adanya jeda distribusi tersebut.
Ia menjelaskan, kendala murni dipicu oleh keterlambatan transfer anggaran dari pusat yang meleset dari estimasi awal.
"Informasi awal dari pusat, dana akan cair pada Jumat (5/6). Namun, ternyata baru masuk pada Senin (8/6) sore," ujar Airlangga.
Airlangga mengungkapkan, masuknya dana pada Senin sore membuat manajemen dapur kelabakan.
Pihaknya tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pemesanan bahan baku segar secara mendadak demi memasok kebutuhan ribuan porsi makanan.
Kondisi pelik tersebut memaksa SPPG Syamsudin Noor 1 menghentikan sementara aktivitas memasak dan langsung melaporkan situasi itu kepada Koordinator Wilayah (Korwil).
Penghentian sementara layanan ini juga diumumkan secara transparan melalui akun Instagram resmi lembaga, lengkap dengan permohonan maaf kepada publik.
Ia tidak menampik bahwa mandeknya operasional ini sempat memicu kekhawatiran.
"Tentu berdampak. Kalau dapur lain tetap berjalan sementara kami tidak, pasti menimbulkan pertanyaan. Padahal dana itu mutlak digunakan untuk membeli bahan pokok dan kebutuhan operasional harian," cetusnya.
Untuk diketahui, SPPG Syamsudin Noor 1 menyuplai makanan bergizi untuk 2.747 penerima manfaat yang tersebar di 14 sekolah dan delapan posyandu di wilayah Banjarbaru.
Kembalinya operasional dari dapur SPPG Syamsudin Noor 1 langsung disambut baik oleh pihak sekolah.
Di SDN 4 Syamsudin Noor, para siswa tampak kembali lahap menyantap menu bergizi yang diantarkan petugas.
"MBG sudah datang dan kembali normal," kata Suroto, salah seorang guru di SDN 4 Syamsudin Noor.
Suroto mengapresiasi langkah mitigasi komunikasi yang dilakukan manajemen SPPG. Menurutnya, pihak sekolah tidak mendadak diberi tahu, sehingga tidak memicu kepanikan di kalangan wali murid.
"Sebelum penghentian sementara terjadi, kami sudah diberi tahu. Informasi itu langsung kami teruskan kepada orang tua murid bahwa Senin dan Selasa MBG belum bisa disalurkan beserta alasannya. Jadi orang tua bisa membawakan bekal mandiri," bebernya.
Di SDN 4 Syamsudin Noor sendiri, tercatat ada 308 siswa yang masuk dalam daftar penerima manfaat.
Namun, saat ini jumlah penerima aktif berkurang 56 anak karena siswa kelas 6 sudah memasuki masa libur sekolah.
Pihak sekolah berharap regulasi pencairan dana ke depan bisa lebih tepat waktu agar kebutuhan gizi anak-anak tidak lagi tersendat.