18 Kepsek di Banjarbaru Dilantik, Masih Ada 21 Sekolah yang Diisi Plt
Sheilla Farazela• Minggu, 7 Juni 2026 | 14:14 WIB
MELANTIK: Kepala Dinas Pendidikan, Abdul Basid melantik belasan kepala sekolah di Banjarbaru. ( Nurdin untuk Radar Banjarmasin)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Masalah kekosongan kepala sekolah definitif di Kota Banjarbaru perlahan mulai teratasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan resmi melantik dan mengukuhkan 18 kepala sekolah definitif untuk mengisi jabatan yang selama ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt), Sabtu (6/6).
Secara rinci, 18 kepala sekolah yang diambil sumpahnya tersebut terdiri dari 14 Kepala Sekolah Dasar (SD), tiga Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid menegaskan bahwa seluruh kepala sekolah yang terpilih bukan hasil penunjukan instan. Mereka telah melewati proses penyaringan yang ketat sesuai regulasi.
"Mereka menjalani tahapan seleksi sebagai Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) dan mengikuti pelatihan intensif di Balai Guru sebelum akhirnya dinyatakan layak menjadi definitif," ujar Basid.
Meski 18 posisi krusial sudah terisi, Basid mengakui pekerjaan rumah Pemkot Banjarbaru di sektor pemenuhan struktur organisasi sekolah belum sepenuhnya rampung.
Pelantikan ini baru menandai selesainya gelombang pertama.
"Saat ini masih ada 21 jabatan kepala sekolah yang berstatus Plt. Secara bertahap, mereka juga akan kami usulkan pengangkatannya menjadi definitif agar roda organisasi sekolah berjalan maksimal," tambahnya.
Di tempat terpisah, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik melalui sambutan tertulis yang dibacakan di forum.
Ia menekankan pentingnya adaptasi cepat dan soliditas di lingkungan sekolah.
"Segera lakukan koordinasi dengan para guru di lingkungan tempat bertugas. Saya berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan serta memotivasi seluruh warga sekolah," tegasnya.
Lisa juga mengingatkan, kepala sekolah adalah motor penggerak utama satuan pendidikan.
"Oleh karena itu, integritas dan kemampuan manajerial menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar demi menciptakan mutu pendidikan yang berkualitas," imbuhnya.