RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Meski memasuki awal musim kemarau. Pasang rob yang diperparah curah hujan tinggi, membuat sejumlah ruas jalanan tergenang.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Budi Fitriadi mengatakan, insiden kali ini dipicu pasang rob dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Banjarmasin sebagai daerah hilir membuat ancaman pasang rob terjadi
Mirisnya, sistem mitigasi banjir maupun pasang rob berbasis infrastruktur di Banjarmasin belum cukup meredam dampak agar tidak bertahan lama.
Terdapat sejumlah titik tergenang di ruas jalan, seperti kawasan Kayu Tangi, tepatnya di depan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Zafry Zam-zam dan Jalan Kelayan B.
Selain itu, kawasan tersebut diniliai merupakan dataran rendah sehingga mudah tergenang saat air pasang rob bersamaan dengan hujan.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap sejumlah titik genangan di Kota Banjarmasin.
Berdasarkan laporan warga dan hasil pemantauan di lapangan, genangan rata-rata dipicu saluran drainase yang kurang berfungsi optimal.
“Di situ (Kayi Tangi), drainasenya kurang lancar. Selain itu, masih banyak saluran air maupun sungai kecil yang sudah tertutup pembangunan,” ujarnya. Selasa (19/5/2026).
Bahkan, berdasarkan hasil monitoring petugas BPBD, kenaikan air lebih sering terjadi pada malam hari ketika hujan turun bersamaan dengan pasang air.
“Rata-rata genangan berkisar 30 sampai 60 sentimeter,” katanya.
Budi menambahkan, BPBD Banjarmasin rutin memperbarui informasi kondisi terkini melalui media sosial, seperti Instagram dan Facebook.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan situasi dan meningkatkan kewaspadaan.
“Walaupun informasinya berulang, tetap kami update sesuai arahan pimpinan supaya masyarakat tetap siaga,” jelasnya.
Rob kali ini didominasi DAS Barito. Sedangkan, tidak ada kiriman banjir dari DAS Martapura seperti awal tahun lalu. “Kalau Sungai Martapura lebih cenderung banjir kiriman dari atas, sedangkan Barito karena kenaikan air laut yang memicu pasang rob seperti sekarang ini,” ungkap Budi.
Pihaknya memastikan petugas di lapangan terus melakukan monitoring kondisi genangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR apabila ditemukan persoalan drainase di lapangan.
“Kalau ada laporan masyarakat terkait genangan, kami langsung koordinasikan dengan instansi terkait untuk penanganannya,” pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby