Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Baut Jembatan CUSA Hilang Dicuri, Wali Kota Banjarmasin Berencana Pasang CCTV

Zulvan Rahmatan • Kamis, 14 Mei 2026 | 09:17 WIB
DICURI: Baut Jembatan Cusa Banjarmasin yang merupakan material penting diduga dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
DICURI: Baut Jembatan Cusa Banjarmasin yang merupakan material penting diduga dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Sejumlah baut pengunci di Jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai (Cusa) dilaporkan hilang. Ini memicu perhatian serius dari pemerintah kota.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR langsung menginstruksikan agar kondisi jembatan tersebut segera ditangani. Bahkan, ia mendorong pemasangan CCTV guna mencegah aksi serupa terulang kembali.

“Ke depan, jika memungkinkan pasang CCTV. Keadaan ini harus ditangani agar tidak terjadi terus-menerus,” ujarnya, Rabu (13/5).

Menurut Yamin, Jembatan Cusa saat ini masih dalam proses penyelesaian, karena adanya revisi perencanaan berdasarkan hasil audit Inspektorat Kota Banjarmasin.

Selama proses itu berlangsung, ia meminta fasilitas umum yang diproyeksikan menjadi solusi kemacetan di kawasan Sungai Andai tersebut tetap dijaga dan diawasi dari aksi tangan-tangan nakal. “Jika sudah ada CCTV dan kejadiannya terulang, tentu kita bisa memberikan tindakan tegas,” tegasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah titik baut pengunci di jembatan tampak tidak selaras dibanding bagian lain yang masih terkunci rapi. Material yang diduga hilang berupa mur besar dan sekrup, terutama di sisi Cemara Ujung. Padahal, secara kasat mata, komponen tersebut terhubung langsung dengan penyangga gantung jembatan yang berfungsi menopang struktur konstruksi

DPRD Desak Evaluasi Total

Hilangnya sejumlah baut ini juga memicu perhatian serius DPRD Kota Banjarmasin. Komisi III meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan kondisi jembatan tetap aman dan layak digunakan masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Ridho Akbar menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pengguna jalan. “Kami tentu memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Evaluasi harus dilakukan menyeluruh dan berdasarkan hasil teknis dari dinas terkait,” ujar Ridho, Rabu (13/5).

Menurutnya, DPRD saat ini masih menunggu hasil audit dan review desain dari instansi teknis untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari konstruksi Jembatan Cusa. Hasil kajian itu nantinya menjadi dasar penentuan langkah perbaikan yang diperlukan. “Kami mendukung penyelesaian pekerjaan sambil menunggu audit dan review desain selesai dilakukan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain evaluasi teknis, Komisi III juga meminta pengawasan terhadap aset dan infrastruktur publik diperketat guna mencegah dugaan pencurian maupun kerusakan yang merugikan daerah. “Agar tidak terulang, Pemko harus memperketat pengawasan,” sarannya.

DPRD berharap koordinasi antara pemerintah daerah, kontraktor pelaksana dan instansi teknis dapat berjalan maksimal agar proses penyelesaian Jembatan Cusa segera tuntas dan aman difungsikan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Kartika Estaurina mengaku pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan terkait laporan tersebut.

“Untuk lokasi Jembatan Cusa, kita akan coba cek segera di lapangan terkait laporan ini,” jelasnya.

Kartika menegaskan, hilangnya baut pada infrastruktur jembatan menjadi perhatian serius, karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan struktur.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat dan bertujuan mempermudah akses masyarakat. “Merusak dan mengambil komponen jembatan tentu akan menghambat mobilitas ekonomi warga sekitar maupun pengguna jalan,” ingatnya.

Sekadar diketahui, pembukaan Jembatan Cusa hingga kini memang masih tertunda. Audit Inspektorat sebelumnya menemukan perlunya revisi perencanaan akibat kondisi arus bawah Sungai Andai yang berpotensi menggerus oprit jembatan. Selain itu, struktur tanah keras baru ditemukan pada kedalaman sekitar 30 meter dari permukaan rawa, sehingga membutuhkan penyesuaian desain konstruksi.

Dalam proses perencanaan ulang, Pemko Banjarmasin juga melibatkan tenaga ahli rawa dan struktur tanah dari Universitas Lambung Mangkurat.

Meski demikian, penyelesaian proyek Jembatan Cusa diperkirakan kembali molor apabila tambahan anggaran melalui APBD Perubahan belum terealisasi.

Baut Jembatan Cusa Diduga Hilang

Temuan di Lapangan :
* Sejumlah baut pengunci Jembatan Cusa dilaporkan hilang. 
* Material yang diduga raib berupa: 
          - Mur besar. 
          - Sekrup pengunci. 
* Titik paling banyak ditemukan di sisi Cemara Ujung. 
* Baut terhubung langsung dengan penyangga gantung jembatan. 
 
Respons Wali Kota Banjarmasin :
* Instruksikan penanganan segera. 
* Dorong pemasangan CCTV di area jembatan. 
* Minta pengawasan diperketat. 
* Tegaskan pelaku bisa ditindak jika kejadian terulang.
 
Komisi III DPRD Meminta:
* Evaluasi total konstruksi jembatan. 
* Pemeriksaan teknis menyeluruh. 
* Pengawasan aset publik diperketat. 
* Keselamatan masyarakat jadi prioritas utama.
 
Dampak Jika Komponen Hilang :
* Mengganggu keamanan struktur. 
* Berisiko bagi pengguna jalan. 
* Hambat mobilitas warga. 
* Ganggu aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
 
Kondisi Jembatan Cusa :
* Masih dalam proses penyelesaian. 
* Tertunda karena revisi perencanaan. 
* Berdasarkan hasil audit Inspektorat Kota Banjarmasin. 
* Diproyeksikan menjadi solusi kemacetan Sungai Andai.

Baca Juga: Baut Jembatan Cusa Banjarmasin Diduga Dicuri, Paling Banyak di Sisi Ini

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #banjarmasin #M Yamin HR #jembatan CUSA #Pencurian