Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Masih Kekurangan 43 Guru ABK, Pemko Banjarbaru Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Baru

Sheilla Farazela • Sabtu, 2 Mei 2026 | 17:40 WIB
MOMEN: Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby di momen peringatan Hari Down Syndrome. Saat ini Pemko sedang menyiapkan rekrutmen guru pendamping ABK. 
(Foto: MC Banjarbaru untuk Radar Banjarmasin)
MOMEN: Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby di momen peringatan Hari Down Syndrome. Saat ini Pemko sedang menyiapkan rekrutmen guru pendamping ABK.  (Foto: MC Banjarbaru untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Kesenjangan antara jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan tenaga pendidik di Kota Banjarbaru kian mencolok. 

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru, terdapat 629 siswa ABK yang tersebar di 43 satuan pendidikan, namun mereka hanya didampingi oleh 77 Guru Pendamping Khusus (GPK).

Untuk menutup celah tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru bergerak cepat dengan membuka rekrutmen tenaga pendamping baru. Langkah ini diambil guna mengejar target pemenuhan kuota ideal sebanyak 120 GPK di seluruh wilayah kota.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby mengungkapkan, saat ini pihaknya masih kekurangan sedikitnya 43 tenaga pendamping. Proses pengadaan tenaga pendidik ini akan dilakukan melalui skema Pegawai Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLOP). 

"Dinas Pendidikan tengah menyiapkan proses rekrutmen melalui skema PJLOP untuk menutup kekurangan tersebut," ujarnya. 

Pemko telah menetapkan garis waktu yang ketat. Proses seleksi kompetensi dan wawancara dijadwalkan digelar pada 7 Mei 2026. Informasi detail mengenai pendaftaran akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dalam waktu dekat.

Tak hanya sekadar menambah SDM, Unit Layanan Disabilitas (ULD) Disdik Banjarbaru juga memperketat standarisasi penempatan siswa. 

Saat ini, sedang dilakukan asesmen mendalam untuk memetakan kebutuhan belajar setiap ABK, terutama bagi siswa yang akan naik jenjang pendidikan. "Hasil asesmen menjadi dasar penerbitan surat rekomendasi dari Disdik. Tujuannya agar siswa ditempatkan di sekolah yang benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka," pungkas Lisa.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#anak berkebutuhan khusus #kalimantan selatan #banjarbaru #Guru